JAKARTA – Relawan Prabowo-Gibran, Logis 08, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang dinilai konsisten menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui penguatan sektor pangan dan program swasembada nasional.
Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo, menilai strategi pemerintah yang memprioritaskan ketahanan pangan merupakan langkah tepat di tengah ketidakpastian ekonomi global, pelemahan mata uang berbagai negara, hingga ancaman krisis pangan dunia.
“Ketika banyak negara menghadapi tekanan ekonomi dan gejolak geopolitik, Presiden Prabowo justru fokus memperkuat fondasi ekonomi rakyat melalui pangan. Ini langkah strategis dan realistis,” ujar Anshar Ilo, Minggu (24/05).
Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama menjaga kedaulatan bangsa. Pemerintah juga terus mendorong program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, pembangunan desa nelayan, hingga penguatan sektor pertanian dan peternakan nasional.
Menurutnya, sektor pangan memiliki dampak langsung terhadap stabilitas harga, daya beli masyarakat, serta ketahanan ekonomi nasional. Karena itu, kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan produksi beras, jagung, peternakan, hingga penguatan gudang pangan nasional patut diapresiasi.
Dalam agenda Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo menyebut Indonesia telah mencapai swasembada beras dan menuju swasembada pangan nasional. Produksi beras nasional tahun 2025 disebut mencapai hampir 34,7 juta ton atau naik sekitar 13 persen dibanding tahun sebelumnya.
Logis 08 menilai capaian tersebut menjadi indikator bahwa strategi ekonomi berbasis pangan mulai menunjukkan hasil nyata di awal pemerintahan Prabowo.
“Pangan adalah sektor paling mendasar. Kalau pangan aman, harga stabil, rakyat tenang, maka ekonomi nasional juga akan kuat,” kata Anshar Ilo.
Ia juga menilai langkah pemerintah memperkuat cadangan pangan nasional merupakan bentuk keberpihakan terhadap rakyat kecil, terutama petani, nelayan, peternak, pelaku UMKM, dan masyarakat desa yang selama ini menjadi penopang ekonomi domestik.
Selain itu, Logis 08 mendukung kebijakan pemerintah memperkuat pengelolaan sumber daya nasional dan devisa ekspor guna menjaga kestabilan rupiah di tengah tekanan ekonomi global. (**)























