KKN Unhas Edukasi Pelajar Biangloe: Sosialisasi Tabe’ Budaya Bugis-Makassar, Ojigi Budaya Jepang, dan Kreasi Origami

0
FOTO: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses melaksanakan kegiatan edukasi di TK Miftahul Khaer, Desa Biangloe, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng. Jumat (7/8/2026)
FOTO: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses melaksanakan kegiatan edukasi di TK Miftahul Khaer, Desa Biangloe, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng. Jumat (7/8/2026)

LEGIONNEWS.COM – BANTAENG, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses melaksanakan kegiatan edukasi di Desa Biangloe, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng.

FOTO: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses melaksanakan kegiatan edukasi di TK Miftahul Khaer, Desa Biangloe, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng. Jumat (7/8/2026)
FOTO: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses melaksanakan kegiatan edukasi di TK Miftahul Khaer, Desa Biangloe, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng. Jumat (7/8/2026)

Kegiatan berlangsung selama dua hari berturut-turut pada Kamis, 30 Juli hingga Jumat, 31 Juli 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan di TK Miftahul Khaer Biangloe serta SD Negeri 43 Biangloe (khusus siswa Kelas 1 dan Kelas 2) mengusung tema “Mengenal Kearifan Lokal dan Budaya Dunia: Menanamkan Nilai Sopan Santun Sejak Dini”.

Advertisement
FOTO: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses melaksanakan kegiatan edukasi di SD Negeri 43 Biangloe, Desa Biangloe, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng. Jumat (7/8/2026)
FOTO: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses melaksanakan kegiatan edukasi di SD Negeri 43 Biangloe, Desa Biangloe, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng. Jumat (7/8/2026)

Materi utama yang disampaikan meliputi sosialisasi nilai Tabe’ sebagai tata krama luhur dan identitas budaya Bugis-Makassar, pengenalan budaya Ojigi ‘Menunduk’ sebagai wujud penghormatan khas masyarakat Jepang, serta praktik langsung berkarya melalui seni melipat kertas Origami.

FOTO: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses melaksanakan kegiatan edukasi di TK Miftahul Khaer, Desa Biangloe, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng. Jumat (7/8/2026)
FOTO: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses melaksanakan kegiatan edukasi di TK Miftahul Khaer, Desa Biangloe, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng. Jumat (7/8/2026)

Program ini diselenggarakan oleh Andi Siti Syahdatul Waqi’ah, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya jurusan Sastra Jepang Unhas. Kegiatan bertujuan membekali anak-anak sejak usia dini agar mampu menghargai budaya sendiri sekaligus terbuka mengenal budaya bangsa lain, membentuk karakter yang santun, serta melatih daya kreativitas tanpa melupakan jati diri budaya daerah.

FOTO: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses melaksanakan kegiatan edukasi di SD Negeri 43 Biangloe, Desa Biangloe, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng. Jumat (7/8/2026)
FOTO: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses melaksanakan kegiatan edukasi di SD Negeri 43 Biangloe, Desa Biangloe, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng. Jumat (7/8/2026)

Dalam penyampaiannya, Andi Siti Syahdatul Waqi’ah menyampaikan: “Melalui kegiatan ini, kami ingin adik-adik menyadari bahwa kita bisa terbuka mengenal budaya luar, namun tetap menjunjung tinggi budaya Tabe’ yang menjadi identitas kita. Pengenalan Ojigi dan origami juga menjadi sarana belajar menghormati orang lain dan melatih kreativitas sejak dini.”

Kegiatan ini mendapat antusiasme yang sangat tinggi dari pihak sekolah, para guru, serta seluruh peserta didik. Diharapkan, kegiatan ini menjadi bekal awal yang baik bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang beradab, berwawasan luas, dan tetap mencintai budaya sendiri di tengah arus perubahan zaman. (*)

Advertisement