Kolegium Kesehatan Masyarakat Dampingi Unhas Matangkan Program Studi Profesi

0
FOTO: Ketua Kolegium Kesehatan Masyarakat, Prof. Dr. Ede Surya Darmawan, SKM., MDM., dan Dekan FKM Unhas, Ansariadi, SKM.,M.Sc.PH.,Ph.D. dan Delegasi Kolegium Kesehatan Masyarakat dipimpin Ketua Kolegium, Prof. Dr. Ede Surya Darmawan, SKM., MDM., didampingi Sekretaris Kolegium Fajar Ariyanti, SKM., M.Kes., Ph.D.; Bendahara Dr. drh. Siti Riptifah Tri Handari, M.Kes.; Ketua Bidang 4 Prof. Dr. Besral, SKM., M.Sc.; serta Anggota Bidang 2 Dr. Ir. Suyatno, M.Kes.Kegiatan berlangsung pada Jumat (31/7) di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar.
FOTO: Ketua Kolegium Kesehatan Masyarakat, Prof. Dr. Ede Surya Darmawan, SKM., MDM., dan Dekan FKM Unhas, Ansariadi, SKM.,M.Sc.PH.,Ph.D. dan Delegasi Kolegium Kesehatan Masyarakat dipimpin Ketua Kolegium, Prof. Dr. Ede Surya Darmawan, SKM., MDM., didampingi Sekretaris Kolegium Fajar Ariyanti, SKM., M.Kes., Ph.D.; Bendahara Dr. drh. Siti Riptifah Tri Handari, M.Kes.; Ketua Bidang 4 Prof. Dr. Besral, SKM., M.Sc.; serta Anggota Bidang 2 Dr. Ir. Suyatno, M.Kes.Kegiatan berlangsung pada Jumat (31/7) di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar.

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Tantangan kesehatan masyarakat terus berkembang, mulai dari pengendalian penyakit menular, meningkatnya penyakit tidak menular, perubahan iklim, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana kesehatan.

Kondisi tersebut menuntut kehadiran tenaga kesehatan masyarakat yang tidak hanya memiliki penguasaan teori, tetapi juga kompetensi profesional dalam menerjemahkan ilmu pengetahuan menjadi solusi nyata di lapangan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin memperkuat persiapan pembukaan Program Studi Profesi Tenaga Kesehatan Masyarakat melalui pendampingan dari Kolegium Kesehatan Masyarakat.

Advertisement

Kunjungan Kolegium Kesehatan Masyarakat merupakan bagian dari proses pembinaan profesi yang bertujuan memastikan penyelenggaraan pendidikan profesi memenuhi standar kompetensi nasional.

Proses tersebut meliputi penguatan kurikulum, tata kelola akademik, sistem pembelajaran, hingga penjaminan mutu pendidikan agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan kesehatan di Indonesia.

Ketua Kolegium Kesehatan Masyarakat, Prof. Dr. Ede Surya Darmawan, SKM., MDM., menjelaskan, pendidikan profesi adalah tahapan penting dalam membentuk tenaga kesehatan masyarakat yang mampu mengintegrasikan pengetahuan ilmiah dengan praktik profesional. Karena itu, setiap program studi profesi harus dibangun di atas standar kompetensi, sistem pembelajaran, serta mekanisme evaluasi yang terukur.

Dalam diskusi bersama pimpinan FKM Unhas, berbagai aspek strategis menjadi perhatian. Selain kesiapan akademik, aspek lain yang dibahas adalah tata kelola program studi, hingga pemenuhan standar profesi sebagai prasyarat penyelenggaraan pendidikan profesi. Seluruh proses tersebut diarahkan agar lulusan nantinya mampu menjalankan praktik kesehatan masyarakat secara profesional, adaptif, dan berbasis bukti ilmiah.

Dekan FKM Unhas, Ansariadi, SKM.,M.Sc.PH.,Ph.D. mengatakan, pembukaan Program Studi Profesi Tenaga Kesehatan Masyarakat merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia kesehatan di Indonesia. Tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks membutuhkan lulusan yang tidak hanya memahami konsep epidemiologi, promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, maupun kebijakan kesehatan, tetapi juga mampu mengimplementasikan keilmuan tersebut secara profesional di tengah masyarakat.

“Program Studi Profesi Kesehatan Masyarakat merupakan kebutuhan strategis untuk memperkuat kompetensi lulusan agar mampu menjawab tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks. Kunjungan Kolegium adalah bagian penting dalam memastikan seluruh persiapan kami telah memenuhi standar yang ditetapkan,” jelas Ansariadi.

Kehadiran program profesi akan melengkapi jenjang pendidikan yang selama ini dimiliki FKM Unhas sekaligus memperkuat implementasi tridarma perguruan tinggi melalui pengembangan tenaga kesehatan masyarakat yang memiliki kompetensi profesional, menjunjung etika profesi, serta mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Lebih lanjut, Ansariadi menjelaskan bahwa berbagai masukan yang diberikan Kolegium menjadi referensi penting dalam menyempurnakan kurikulum, tata kelola akademik, serta sistem penjaminan mutu. Dengan demikian, Program Studi Profesi Tenaga Kesehatan Masyarakat diharapkan mampu menghasilkan lulusan memenuhi standar nasional adan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan sistem kesehatan di masa depan.

Delegasi Kolegium Kesehatan Masyarakat dipimpin Ketua Kolegium, Prof. Dr. Ede Surya Darmawan, SKM., MDM., didampingi Sekretaris Kolegium Fajar Ariyanti, SKM., M.Kes., Ph.D.; Bendahara Dr. drh. Siti Riptifah Tri Handari, M.Kes.; Ketua Bidang 4 Prof. Dr. Besral, SKM., M.Sc.; serta Anggota Bidang 2 Dr. Ir. Suyatno, M.Kes.

Kegiatan berlangsung pada Jumat (31/7) di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar. Kunjungan ini merupakan bagian dari proses pembinaan Kolegium Kesehatan Masyarakat terhadap institusi yang tengah mempersiapkan penyelenggaraan Program Studi Profesi Tenaga Kesehatan Masyarakat.

Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlanjut hingga Sabtu (1/8) dengan agenda utama penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai langkah strategis untuk menyempurnakan berbagai aspek kesiapan pembukaan program studi profesi. (*/cal/mir)

Advertisement