Ketum Logis 08 Sentil Dino Patti Djalal: Jangan Hanya Hitung Perjalanan, Lihat Hasilnya untuk Rakyat

0
Ket Foto: Gabungan Foto Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo & Mantan Wakil Luar Negeri Dino Patti Djalal (edt)**
Ket Foto: Gabungan Foto Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo & Mantan Wakil Luar Negeri Dino Patti Djalal (edt)**

JAKARTA – Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo, mengkritik pernyataan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal yang menyoroti frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Anshar, kritik tersebut tidak mencerminkan keseluruhan hasil yang telah dicapai melalui diplomasi internasional Presiden Prabowo.
Anshar menilai publik seharusnya melihat capaian konkret yang dihasilkan dari aktivitas diplomasi Presiden, bukan sekadar jumlah perjalanan yang dilakukan.

“Dino Patti Djalal jangan asal kritik. Yang harus dilihat adalah hasil dan manfaat yang diperoleh bangsa Indonesia. Dalam sekitar satu setengah tahun terakhir, diplomasi Presiden Prabowo berhasil membuka peluang investasi hingga Rp2.430 triliun untuk Indonesia,” kata Anshar Ilo, Selasa (02/06).

Advertisement

Menurutnya, berbagai kunjungan kenegaraan dan pertemuan bilateral yang dilakukan Presiden Prabowo telah menghasilkan banyak capaian strategis bagi Indonesia di tingkat global.

Anshar menyebut sejumlah keberhasilan tersebut antara lain bergabungnya Indonesia dalam kelompok BRICS, tercapainya kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa, peningkatan kerja sama pertahanan dengan berbagai negara sahabat, serta penguatan posisi Indonesia dalam berbagai forum internasional.

Selain itu, lanjut Anshar, pemerintahan Presiden Prabowo juga aktif memperjuangkan isu kemanusiaan Palestina dan memberikan perlindungan terhadap warga negara Indonesia yang berada di luar negeri.

“Kalau hanya melihat frekuensi perjalanan tanpa melihat hasilnya, tentu penilaiannya menjadi tidak objektif. Diplomasi Presiden Prabowo telah meningkatkan kepercayaan dunia terhadap Indonesia,” ujarnya.

Anshar juga menyoroti fakta bahwa terdapat sejumlah perjalanan luar negeri Presiden yang pembiayaannya tidak sepenuhnya dibebankan kepada negara. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan komitmen Presiden untuk memastikan agenda diplomasi berjalan efektif tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan.

“Yang paling penting adalah manfaat yang kembali kepada rakyat Indonesia. Investasi masuk, pasar ekspor terbuka, kerja sama strategis meningkat, dan posisi Indonesia semakin diperhitungkan di dunia internasional,” katanya.

Karena itu, Logis 08 meminta seluruh pihak untuk memberikan penilaian secara proporsional terhadap kebijakan luar negeri Presiden Prabowo.

“Kritik tentu boleh, tetapi harus berdasarkan data dan fakta. Jangan sampai kritik yang disampaikan justru mengabaikan berbagai capaian nyata yang telah dirasakan manfaatnya oleh bangsa dan negara,” tutup Anshar Ilo. (**)

Advertisement