Jadwal Musda Golkar Sulsel Belum Jelas, Masa Bakti DPD II akan Berakhir, Bakal ada Plt?

0
FOTO: Pengurus DPD I Golkar Sulsel saat menggelar konsolidasi kader Dapil 3 di Watansoppeng, Sejak Jumat hingga Sabtu (16/5/2026). (Ist)
FOTO: Pengurus DPD I Golkar Sulsel saat menggelar konsolidasi kader Dapil 3 di Watansoppeng, Sejak Jumat hingga Sabtu (16/5/2026). (Ist)

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Musyawarah Daerah (Musda) DPD I partai golkar sulawesi selatan hingga saat ini belum ada kejelasan jadwal waktu pelaksanaan.

Sementara itu konsolidasi kader di tiga daerah pemilihan (Dapil) di sulawesi selatan telah digelar. Terakhir berlangsung di Watansoppeng, Sejak Jumat hingga Sabtu (16/5/2026).

Steering Committee (SC), Musda ke XI Golkar Sulsel, Armin M Toputiri, kepada media Selasa (2/6) mengatakan dirinya selaku SC hingga saat ini belum mendapatkan informasi dari DPD I.

Advertisement

“Saya belum dapat info yee,” ujar Armin Toputiri, lewat pesan WhatsApp miliknya, Selasa (26/6)

Hal senada juga disampaikan pelaksana tugas (Plt) DPD I Golkar, Muhidin M Said. Ia mengatakan dirinya hingga saat ini belum mendapatkan informasi kapan pastinya jadwal Musda dari DPP Partai Golkar.

“Belum ada pak [wartawan],” tulis Muhidin Said. Selasa petang,

Saat ditanya beberapa pengurus DPD II di Kabupaten/Kota di Sulsel akan berakhir masa baktinya di bulan Juli 2026. Hingga kini belum jelas jadwal Musda, Apakah nantinya akan ditunjuk pelaksana tugas.

Muhidin Said hanya mengatakan pihaknya akan menyesuaikan nantinya.

“Kita sesuaikan nanti pak [wartawan]” katanya.

Penilain Pengamat Politik Tertundanya Musda Golkar Sulsel

Pengamat politik sekaligus Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus, menilai penundaan Musda hingga empat kali bukan sekadar persoalan teknis administratif.

“Penundaan jadwal Musda yang terjadi hingga empat kali sebenarnya bukan sekadar urusan teknis administrasi. Dalam komunikasi politik, ini adalah bentuk buying time atau strategi mengulur waktu,” ujar Nurmal, Minggu (17/5/2026).

Menurut Nurmal, setidaknya ada tiga faktor yang diduga menjadi alasan Muhidin belum memberi lampu hijau untuk menggelar perebutan kursi Ketua Golkar Sulsel. Meski demikian, Muhidin selama ini beralasan belum mendapat restu dari Ketua Umum DPP Golkar.

Belum Ada Kesepakatan Final
Faktor pertama adalah belum tercapainya kesepakatan yang benar-benar solid di tingkat elite partai.

“Pernyataan bahwa figur-figur telah bersepakat, namun jadwal belum juga keluar, mengindikasikan bahwa kesepakatan itu masih berada di level permukaan. DPP tampaknya belum melihat adanya stabilitas mutlak jika Musda dipaksakan berlangsung cepat,” kata Nurmal.

Menghindari Konflik Internal

Faktor kedua berkaitan dengan upaya menjaga agar Musda tidak memicu perpecahan di internal partai.

Sebagai Plt Ketua Golkar Sulsel yang ditunjuk langsung oleh DPP, Muhidin dinilai memiliki tugas utama memastikan proses transisi berjalan tanpa friksi.

“Tarik-ulur jadwal ini bisa dibaca sebagai upaya menahan ego masing-masing faksi agar tidak terjadi ledakan konflik sebelum restu final dari Jakarta benar-benar mengkristal pada satu nama,” jelasnya.

Menguji Kekuatan Para Kandidat

Faktor ketiga adalah untuk mengukur daya tahan politik para kandidat yang ingin memimpin Golkar Sulsel.

“Dengan mengulur waktu dan membuka ruang bagi sejumlah figur untuk meminta restu ke DPP, pusat sebenarnya sedang melakukan screening dan uji ketahanan, baik dari sisi komitmen, logistik, maupun jaringan,” ungkap Nurmal.

Berdasarkan tiga faktor tersebut, Nurmal menyimpulkan bahwa langkah Muhidin selama enam bulan terakhir mencerminkan belum selesainya kompromi politik di tingkat pusat.

“Gimik politik tarik-ulur jadwal oleh Muhidin M Said adalah refleksi dari belum selesainya kompromi tingkat tinggi di Jakarta yang harus disinkronkan dengan realitas faksi di Sulsel. Bagi internal partai, ini merupakan langkah penyelamatan agar Golkar tidak pecah. Namun bagi publik dan kesiapan elektoral, ini adalah defisit waktu yang sangat berharga,” pungkasnya. (LN/Raksul)

Advertisement