Jabal Nur: Sinergi Polri-Kejaksaan Kunci Menjaga Kepercayaan Publik dalam Pemberantasan Korupsi

0
Ket Foto: Jabal Nur Politisi PAN Sulsel saat bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Ist)*
Ket Foto: Jabal Nur Politisi PAN Sulsel saat bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Ist)*

JAKARTA – Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Jabal Nur, berharap Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Kejaksaan Agung terus memperkuat sinergi dalam pemberantasan korupsi, terutama di tengah mencuatnya berbagai dugaan kasus yang menjadi perhatian publik.

Menurut Wakil Sekretaris PAN Sulsel ini menyebutkan masyarakat menginginkan institusi penegak hukum menunjukkan soliditas dalam mengusut setiap dugaan tindak pidana korupsi secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.

“Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah sinergi. Kalau Kejaksaan dan Kepolisian berjalan bersama dalam pemberantasan korupsi, suasana akan lebih adem. Masyarakat juga akan semakin percaya karena melihat negara hadir secara solid dalam menegakkan hukum,” ujar Jabal Nur, Jumat (10/07).

Advertisement

Ia menilai, berbagai isu dugaan korupsi yang belakangan mencuat, termasuk dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN) yang dalam sejumlah pemberitaan turut menyeret nama seorang perwira tinggi Polri yang bertugas di BGN, serta dugaan kasus korupsi di sektor batu bara yang dalam berbagai pemberitaan juga dikaitkan dengan nama pejabat di lingkungan Kejaksaan Agung, harus diproses secara objektif dan berdasarkan alat bukti yang sah.

Tokoh Pemuda asal Sulsel Ini menegaskan bahwa seluruh informasi tersebut masih berupa dugaan yang harus diuji melalui mekanisme hukum yang berlaku. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pihak menghormati asas praduga tak bersalah dan memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional.

“Jika ada dugaan pelanggaran hukum, silakan diusut secara tuntas. Namun jika tidak terbukti, nama baik pihak yang bersangkutan juga harus dipulihkan. Prinsipnya, hukum harus ditegakkan secara adil dan tanpa tebang pilih,” katanya.

Menurut Jabal, koordinasi yang baik antara Polri dan Kejaksaan akan memperkuat efektivitas penegakan hukum sekaligus menghindari munculnya persepsi negatif di tengah masyarakat.

Ia berharap kedua institusi negara tersebut terus menjaga komunikasi dan kerja sama dalam mengusut setiap perkara yang menjadi perhatian publik demi memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem penegakan hukum di Indonesia.

“Korupsi adalah musuh bersama. Karena itu, sinergi antarpenegak hukum harus terus diperkuat agar pemberantasan korupsi berjalan maksimal dan kepercayaan publik terhadap negara semakin meningkat,” tutup Jabal Nur.

Advertisement