LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Harga aspal meroket atau naik tajam hingga mengalami kenaikan capai 50 persen.
Saat ini, sekitar 78% kebutuhan aspal nasional masih dipenuhi dari impor. sebelumnya pada tahun 2024 kebutuhan aspal Indonesia diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 1,5 juta ton per tahun.
Penyebab kenaikan aspal akibat dari tak menentunya ketegangan geopolitik global. Hal itu menyebabkan terganggunya suplai minyak.
Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan pengurangan impor aspal hingga 50% melalui kebijakan wajib penggunaan Aspal Buton olahan dalam campuran aspal nasional.
“Sesuai arahan Presiden, kita tidak bisa sepenuhnya bergantung pada sumber daya dari luar, terutama di tengah situasi global yang tidak pasti. Apa yang kita miliki di dalam negeri harus menjadi kekuatan utama,” ujar Dody dalam keterangan resmi, Kamis (2/4).
Sebagian besar aspal impor merupakan turunan dari minyak bumi. Ketika suplai minyak terganggu dan harga global meningkat akibat konflik di Timur Tengah, harga aspal ikut naik dan berdampak langsung pada anggaran pembangunan infrastruktur, khususnya jalan.
Bagaimana nasib proyek senilai Rp 3,7 Triliun untuk perbaikan jalan di Sulawesi Selatan (Sulsel)
Tahun 2026 ini pemerintah provinsi sulawesi selatan sedang jalankan proyek multiyear.
Proyek perbaikan jalan terdapat di 5 titik yang berbeda di wilayah kabupaten/kota di Sulsel.
Naiknya harga aspal naik hingga 50 persen direspon Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel, Andi Ihsan.
Andi Ihsan kepada media mengatakan kenaikan harga aspal mulai dirasakan oleh kontraktor proyek jalan di sulawesi selatan.
“Kalau sekarang memang ada kenaikan aspal maupun BBM industri.” ujar Andi Ihsan.
“Lumayan kenaikannya. Ini kami sudah rapatkan, tinggal kita menunggu bagaimana regulasi dulu dari pusat,” kata Andi Ihsan dikutip dari Tribun-Timur.com, Rabu (6/5/2026) sore.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) belum mengambil keputusan dampak dari kenaikan aspal. (*)
























