Gubernur NTT: Kementerian PU Siapkan Rp810 miliar untuk rehabilitasi, Rekonstruksi dan Penanganan Tanggap Darurat

0
FOTO: Gubernur NTT, Menteri PU dan Bupati Sikka saat rapat koordinasi antara pemerintah pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten di Pos Komando Tanggap Darurat Sikka. (Dok via Facebook)
FOTO: Gubernur NTT, Menteri PU dan Bupati Sikka saat rapat koordinasi antara pemerintah pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten di Pos Komando Tanggap Darurat Sikka. (Dok via Facebook)

LEGIONNEWS.COM – NTT, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo bersama Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago menggelar pertemuan.

Pertemuan itu merupakan rapat koordinasi antara pemerintah pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten di Pos Komando Tanggap Darurat Sikka. Rapat tersebut untuk mempercepat penanganan kerusakan infrastruktur akibat gempa bumi di Kabupaten Sikka.

Gubernur NTT menyampaikan dampak dari gempa cukup serius. Hingga Minggu (22/8/2026) tercatat 3.942 rumah warga rusak, terdiri dari 854 rusak berat, 824 rusak sedang dan 2.264 rusak ringan.

Advertisement

Kerusakan juga terjadi pada sekolah, fasilitas kesehatan, gedung pemerintahan, rumah ibadah, jaringan air bersih, sanitasi, jalan dan jembatan. Sebanyak 21 kecamatan terdampak, dengan sekitar 352 ribu jiwa merasakan dampak gempa.

“Saya menyampaikan kepada Menteri PU agar perhatian khusus diberikan pada jalur utara Flores, terutama ruas yang menghubungkan Nagekeo, Ende dan Sikka. Akses ini sangat vital untuk mobilisasi bantuan dan pemulihan masyarakat. Sejumlah ruas mengalami kerusakan dan terancam putus sehingga membutuhkan intervensi segera.” ujar Gubernur NTT itu.

“Kita juga sepakat mempercepat asesmen bangunan, terutama kantor pemerintahan, fasilitas kesehatan dan sekolah, agar masyarakat mendapat kepastian bangunan mana yang aman digunakan. Asesmen rumah warga juga harus dipercepat dengan melibatkan tenaga ahli, termasuk mahasiswa dan tenaga terlatih yang dapat diberikan pelatihan singkat.” kata Emanuel Melkiades.

Emanuel menjelaskan Kementerian PU menyiapkan sekitar Rp810 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi 155 kilometer jalan serta sekitar Rp100 miliar untuk penanganan tanggap darurat.

“Saya juga mendorong pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya rusak berat, sehingga masyarakat tidak terlalu lama tinggal di tenda pengungsian dan dapat kembali menjalankan aktivitas secara lebih normal.” tutur Emanuel.

Dijelaskannya, Khusus Palue, kebutuhan air bersih menjadi perhatian serius karena banyak bak penampungan air hujan retak akibat gempa. Distribusi air minum harus segera diperkuat.

“Penanganan ini harus cepat, tepat dan terkoordinasi. Pemerintah hadir untuk memastikan keselamatan warga, membuka kembali akses yang terganggu, memenuhi kebutuhan dasar, serta mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat Flores,” ucap Gubernur NTT. (*)

Advertisement