Gelar Unras di Disdik Kota Makassar, APMH Ungkap ada Nepotisme Saat Seleksi Kepsek

0
FOTO: Aliansi Pemuda dan Masyarakat Pemerhati Hukum (APMH) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar. Kamis (2/6) 
FOTO: Aliansi Pemuda dan Masyarakat Pemerhati Hukum (APMH) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar. Kamis (2/6) 

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Aliansi Pemuda dan Masyarakat Pemerhati Hukum (APMH) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar.

Unjuk rasa yang berlangsung, Kamis, 2 Juli 2026 itu untuk menyikapi isu jual beli jabatan kepala sekolah yang ramai jadi perbincangan.

Diketahui, salah satu pejabat Disdik dan salah seorang diduga Dewan Pengawas PDAM kota Makassar ikut terlibat.

Advertisement

Keduanya disebut-sebut mengatur posisi jabatan kepala sekolah dengan meminta sejumlah uang kepada calon kepsek.

Jenderal Lapangan aksi Yusril dalam orasinya mengatakan, munculnya isu jual beli jabatan di Dinas Pendidikan membuat citra kota Makassar buruk dalam dunia pendidikan.

“Apa yang dipikirkan para pejabat ini, Dinas Pendidikan yang harusnya hadir untuk mengurus pendidikan generasi muda malah membuat hal tercelah Seperti ini.” ungkap Yusril, Kamis, (02/7).

“Yang lebih mengherankan, orang yang mengatur adalah orang luar bernama ATA, siapa dia sebenarnya, apakah pejabat dinas pendidikan atau siapa. Masa sekelas SKPD diatur seperti ini.” tegasnya.

Lebih jauh, APMH mendesak dinas pendidikan agar melakukan evaluasi terhadap kepala sekolah yang baru saja dilantik.

Tak hanya itu, APMH menduga adanya nepotisme dalam proses seleksi jabatan kepala sekolah kemarin.

“Kami menduga ada unsur nepotisme saat seleksi, karena menurut data yang kami dapat, istri salah seorang pejabat Disdik Makassar mendapat jabatan kepsek atas rekomendasi suaminya yang pejabat Disdik itu.” tutupnya. (*)

Advertisement