Difitnah Calon Walikota, KPK ‘Kejar’ Danny Pomanto

1390

MAKASSAR||Legion News – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan tuduhan Danny Pomanto yang dialamatkan kepada lembaga anti rasuah ini tak beralasan.

Bahkan melalui Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango, menyebut pernyataan Danny Pomanto ini bisa dilaporkan.

Sebelumnya Nawawi Pomolango menanggapi beredarnya rekaman video yang berisi suara calon Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, ini.

DP menyebut Jusuf Kalla sebagai aktor di balik penangkapan Menteri KKP nonaktif Edhy Prabowo.

Bahkan secara terang-terangan DP menuding jika KPK bisa dikendalikan oleh JK melalui Novel Baswedan, selaku penyidik senior KPK.

Nawawi menegaskan kerja KPK untuk penegakan hukum pemberantasan korupsi dan tak ada intervensi apalagi dikatakan dikontrol oleh pihak tertentu.

“Kami pastikan kerja dan kerja KPK adalah kerja penegakan hukum pemberantasan korupsi,” kata Nawawi dikutip dari detik.com,  Minggu (6/12/2020).

Lebih lanjut Nawawi mengingatkan semua pihak untuk tidak merusak KPK dengan argumen-argumen yang tidak berdasar.

Nawawi menyebut pihaknya bisa melaporkan pihak-pihak yang membuat penyataan tersebut.

“Meminta kepada semua pihak untuk tidak merusak KPK dengan argumen-argumen yang tidak berdasar, bisa saja bagi komisi untuk menindaklanjuti pernyataan-penyataan itu dengan melaporkannya,” ujarnya.

Sebelumnya rekaman berdurasi 1 menit 58 detik, suara Danny Pomanto yang beredar di lini masa menghentak perhatian publik, Sabtu (5/12/2020) pagi.

Dari rekaman itu, suara percakapan Danny Pomanto menyinggung sejumlah tokoh-tokoh besar di negeri ini.

Sebut saja Wakil Presiden ke 10 dan 12 RI Jusuf Kalla (JK), Presiden Joko Widodo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Mantan Menteri KKP Edhy Prabowo, penyidik senior KPK Novel Baswedan hingga pentolan FPI Habib Rizieq Shihab (HRS).

Percakapan itu awalnya menyinggung peristiwa tangkap tangan Menteri KKP Edhy Prabowo di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, oleh KPK yang dikomandoi Novel Baswedan.

Setelahnya, suara yang belakangan diakui Danny Pomanto sebagai suaranya itu menyimpulkan bahwa penangkapan yang dipimpin Novel Baswedan tersebut erat kaitannya dengan JK dan Anies Baswedan.(*)

Advertisement