Demokrat: Ingin Lahirkan Pemimpin yang Mampu Mengurusi Makassar Secara Baik, dan Lebih Maju, Termaksud Appi

725
Advertisement

MAKASSAR, Legion-News, Beredar foto calon Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi bersama sejumlah elit Demokrat Sulsel. Soal sinyal jika Partai besutan AHY itu merapat ke pasangan Appi-ARB. Belum pasti karena Demokrat belum menentukan finalisasi pilihan di pilkada Makassar.

“Itu konteks foto dengan pak Appi kemarin,”  benar saya dengan para pengurus partai Demokrat, ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Selatan, Ni’matullah Erbe, Minggu (12/07).

Dengan begitu, dia menegaskan Partai Demokrat masih cermat dalam urusan ini, karena pihaknya kalau sudah tentukan pilihan, maka sudah sangat sulit untuk berubah.

“Hari ini belum ada keputusan resmi soal itu, kami juga akan dengar masukan dan aspirasi DPC Demokrat Kota Makassar soal itu, karena merekalah yang paling tahu dan akan terlibat penuh dalam urusan pemenangan nantinya,” tutup Ulla.

Nampak dalam foto tersebut, Appi bersama Ni’matullah dan Aksa Mahmud, pendiri Bosowa Group. Juga terlihat Pengurus DPD Demokrat mendampingi Ni’matullah, yakni Selle KS Dalle dan Japry Timbo.

Wakil ketua DPRD Sulsel itu, menegaskan, saat ini, Demokrat mulai bangun komunikasi dengan sejumlah pihak/kontestan pilkada, untuk memastikan pilkada Makassar ini bisa lahirkan pemimpin yang mampu mengurusi Kota ini secara baik, dan lebih maju. Termasuk dengan Appi, Tegas Ni’matullah.

“Komunikasi atau penjajakan ini kami lakukan terbuka, pasca mekanisme resmi partai melalui fit and proper test. Jadi, dengan pak Appi itu kami menjajaki keseriusannya untuk mau didukung dan diusung oleh Demokrat,” ungkapnya.

Oleh karena itu lanjut Ulla di Demokrat mau juga pastikan bahwa Pilkada Makassar terjadi kontestasi, atau ada pertandingan, sebisanya bisa 2-3 kandidat yang akan berkompetisi.

Menurutnya, Pilkada Makassar, sebulan terakhir, mulai (panas) dengan sejumlah manuver. Terlait Pilkada, di Demokrat tidak mau masuk dalam pusaran konflik yang kurang sehat dalam edukasi politik bagi masyarakat.

“Karena itu kami, beberapa waktu terakhir cenderung tampak diam, khususnya dalam konteks pilkada Makassar,” jelasnya. (*)

Advertisement