LEGIONNEWS.COM – WAJO, Komandan Kodim (Dandim) Wajo Letkol Inf Harianto menyerukan sikap tegas terhadap praktik passobis yang dinilai berpotensi merugikan masyarakat sekaligus mencoreng citra Kabupaten Wajo.
Dandim Wajo menegaskan, persoalan passobis tidak boleh dibiarkan berkembang. Menurutnya, penanganannya membutuhkan langkah bersama dan terukur dengan melibatkan seluruh unsur terkait di Kabupaten Wajo.
“Kami akan segera bertemu dan berkoordinasi dengan unsur Muspida Kabupaten Wajo untuk membahas persoalan ini secara bersama-sama. Saya akan mengusulkan adanya skema penanganan terpadu terhadap praktik passobis di Kabupaten Wajo,” tegas Letkol Inf Harianto.
Ia menjelaskan, skema tersebut nantinya tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga mencakup upaya pencegahan, pemetaan informasi, pengawasan di lingkungan masyarakat, serta mekanisme pelaporan dan tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing institusi.
“Mulai dari langkah pencegahan, pemetaan informasi, pengawasan di lingkungan masyarakat hingga mekanisme pelaporan dan tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing. Kita ingin penanganannya jelas, terukur dan dilakukan secara bersama-sama,” ujar Dandim Wajo Letkol Inf Harianto dalam keterangannya kepada media. Kamis (3/9/2026)
Menurutnya, praktik passobis bukan persoalan yang dapat dibebankan kepada satu institusi. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan dan masyarakat untuk memutus mata rantai aktivitas yang diduga merugikan masyarakat tersebut.
“Ini bukan persoalan yang bisa diselesaikan oleh satu institusi saja. Kalau kita ingin memutus mata rantai passobis, maka harus ada kerja bersama, komunikasi yang jelas dan langkah yang terukur. Kami dari Kodim Wajo siap mendukung dan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait,” kata Letkol Inf Harianto.
Dandim juga mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari upaya pencegahan. Ia meminta warga tidak takut menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya praktik yang diduga berkaitan dengan passobis.
“Kepada masyarakat, kalau mengetahui adanya praktik yang diduga passobis, jangan takut dan jangan ikut terlibat. Laporkan kepada kami atau kepada aparat yang berwenang. Informasi dari masyarakat sangat penting sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pemberantasan,” tegasnya.
Letkol Inf Harianto juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan keuntungan cepat yang diperoleh melalui aktivitas yang tidak jelas sumber maupun legalitasnya.
“Jangan sampai keuntungan sesaat membuat kita mengorbankan masa depan. Jangan menjadi pelaku, jangan menjadi perantara dan jangan memberikan fasilitas kepada aktivitas yang melanggar hukum. Sekecil apa pun keterlibatan, apabila memang membantu terjadinya tindak pidana, tentu ada konsekuensi hukumnya,” ujarnya.
Lebih jauh, Dandim Wajo mengajak seluruh masyarakat menjaga identitas dan citra daerah yang selama ini dikenal sebagai wilayah dengan karakter santri dan saudagar.
Menurut Letkol Inf Harianto, identitas tersebut bukan sekadar sebutan, tetapi melekat dengan nilai agama, kerja keras, kejujuran dan tradisi masyarakat Wajo dalam membangun kehidupan ekonomi melalui usaha yang baik.
“Wajo dikenal sebagai kota santri dan saudagar. Ada nilai agama, ada tradisi usaha, kerja keras dan kejujuran yang selama ini menjadi karakter masyarakat kita. Mari kita jaga citra itu. Jangan sampai nama baik Wajo tercoreng hanya karena praktik-praktik yang merugikan orang lain,” tegas Dandim Wajo.
Ia menilai semangat masyarakat sebagai saudagar harus diwujudkan melalui usaha yang legal dan berintegritas, bukan dengan mencari keuntungan melalui penipuan atau aktivitas yang merugikan pihak lain.
“Saudagar itu identik dengan kerja keras, keberanian membangun usaha dan kejujuran. Mari kita pertahankan nilai itu. Cari rezeki dengan cara yang benar, halal dan legal, bukan dengan merugikan orang lain,” kata Letkol Inf Harianto.
Dandim juga meminta para orang tua dan tokoh masyarakat ikut mengambil peran dalam mencegah generasi muda terjerumus dalam praktik passobis. Perkembangan teknologi, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk hal-hal produktif, bukan menjadi sarana melakukan kejahatan.
“Kita harus menjaga keluarga dan lingkungan kita. Jangan sampai anak-anak muda melihat praktik seperti ini sebagai jalan cepat mendapatkan uang. Sesuatu yang terlihat mudah belum tentu benar dan belum tentu membawa kebaikan,” ujarnya.
Letkol Inf Harianto kembali menegaskan bahwa Kodim Wajo siap berkoordinasi dengan unsur Muspida dan aparat terkait dalam upaya menangani persoalan tersebut sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
“Terhadap praktik passobis, sikap kita harus jelas: cegah, awasi, laporkan dan tindak sesuai kewenangan serta ketentuan hukum yang berlaku. Kami siap berkoordinasi dengan Muspida dan seluruh unsur terkait,” tegasnya.
Ia berharap langkah bersama tersebut dapat menjaga keamanan sekaligus mempertahankan citra Wajo sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai agama, kerja keras dan perdagangan yang sehat.
“Jangan kita biarkan segelintir orang merusak citra daerah. Mari kita jaga Wajo sebagai kota santri dan saudagar. Kita bangun daerah ini dengan kerja keras, kejujuran dan usaha yang baik,” pungkas Dandim Wajo Letkol Inf Harianto. (*)





![Taufik Hidayat Adukan Dr Makkah di Polda Sulsel Soal Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Fitnah FOTO: Kantor Mapolda Sulsel, Tamalanrea Indah, Jl. Perintis Kemerdekaan No.KM.16, Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). [Istimewa]](https://legion-news.com/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240628-WA0151-218x150.jpg)









![Taufik Hidayat Adukan Dr Makkah di Polda Sulsel Soal Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Fitnah FOTO: Kantor Mapolda Sulsel, Tamalanrea Indah, Jl. Perintis Kemerdekaan No.KM.16, Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). [Istimewa]](https://legion-news.com/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240628-WA0151-150x150.jpg)

![Taufik Hidayat Adukan Dr Makkah di Polda Sulsel Soal Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Fitnah FOTO: Kantor Mapolda Sulsel, Tamalanrea Indah, Jl. Perintis Kemerdekaan No.KM.16, Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). [Istimewa]](https://legion-news.com/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240628-WA0151-324x235.jpg)




![Taufik Hidayat Adukan Dr Makkah di Polda Sulsel Soal Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Fitnah FOTO: Kantor Mapolda Sulsel, Tamalanrea Indah, Jl. Perintis Kemerdekaan No.KM.16, Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). [Istimewa]](https://legion-news.com/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240628-WA0151-100x70.jpg)
