LEGIONNEWS.COM – Brigade Muslim Indonesia (BMI) mendesak agar pihak kepolisian lebih perketat Kamtibmas di kota Makassar. Pasalnya beberapa hari ini telah terjadi kekerasan dilakukan kelompok genk motor memulai aksi mereka dimulai pukul 00:00 hingga 06:00 WITA.
Selain itu Ketua Umum BMI, Muhammad Zulkifli mengatakan maraknya penggunaan pistol mainan digunakan oleh sekelompok pemuda di jalan raya dapat menyebabkan kecelakaan di jalan dan memancing terjadinya perang kelompok.
“Tentunya kami sangat berharap jajaran kepolisian meningkatkan Kamtibmas di dalam kota dan perbatasan kota Makassar dan kabupaten Gowa dan Maros,” ucap Zulkifli. Selasa (3/3/2026)
Dikatakannya belakang ini kelompok geng motor bukan hanya membawa senjata tajam (sajam) kini maraknya dengan mainan baru lagi yaitu pistol dan senjata mainan dengan peluru geli plastik hingga gotri digunakan untuk perang perangan antar pengedara di jalan raya.
“Hal ini tentunya sangat mengganggu lalulintas dan ini perlu dilakukan pencegahan sejak dini oleh pihak kepolisian,” tutur Ketua Umum BMI ini.
Kata Zulkifli, Seperti informasi yang dia terima di jalan Hertasning dan Toddopuli nampak sekelompok anak anak muda usai salat subuh berkumpul menutup sebagian jalan hal itu tentunya menganggu kamtibmas.
“Seperti informasi yang BMI terima pekan lalu adanya aktivitas di jalan Hertasning dan Toddopuli segerombolan anak motor menutup sebagian jalan dengan menghadang pengendara lainnya. Lalu melakukan pemukulan terhadap pengedara inikan perbuatan kriminal,” imbuhnya.
“Saya yakin kelompok motor ini bukan saja membawa senjata mainan untuk berusaha memancing keributan tetapi juga selalu membawa senjata tajam atau busur untuk antisipasi ketika keributan itu sudah terjadi atau menyerang orang orang ga bersalah seperti tahun tahun sebelumnya saat bulan ramadan anggota kepolisian yang bertugas di Polres Pelabuhan menjadi korban busur oleh kelompok geng motor,” ungkap Zulkifli mengisahkan.
Lanjut, Ketua BMI ini mengungkapkan meninggalnya seorang remaja umur 18 tahun di jalan Hertasing lalu saat seorang oknum anggota kepolisian berusaha mengamankan kelompok geng motor yang diduga berbuat brutal di jalan harus membuka mata kita.
“Kita sepakat proses hukum harus ditegakkan karena semua orang punya hak untuk melakukan penuntutan terhadap apa yg terjadi pada diri dan keluarganya tetapi jangan lupa bahwa peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mengingatkan anak anak kita agar tidak ikut ikutan dalam aksi yang hanya akan membawa mudharat yang besar buat dirinya dan diri orang lain,” katanya.
“Kita berharap insiden itu adalah insiden pertama dan terakhir sehingga tentunya selain peran orang tua dan tokoh maskyarat tentunya kepolisian di harap segera melakukan tindakan tegas terhadap kelompok yang menggunakan pistol atau senjata mainan ataupun kelompok geng motor di kota Makassar,” kunci Zulkifli. (LN)

























