Batalkan Pembelajaran Daring, Ketum Logis 08 Anshar Ilo Apresiasi Sikap Pemerintah

0
FOTO: Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo (Ist)*
FOTO: Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo (Ist)*

JAKARTA – Pemerintah resmi membatalkan rencana penerapan pembelajaran daring sebagai langkah antisipasi krisis global.

Keputusan ini diambil demi menjaga kualitas pendidikan serta mencegah penurunan kemampuan akademik hingga risiko kehilangan pengetahuan (learning loss) pada siswa.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa proses pembelajaran harus tetap berjalan optimal melalui sistem tatap muka.

Advertisement

Ia menyebut, sebelumnya sempat muncul wacana penerapan metode hybrid yang menggabungkan pembelajaran daring dan luring, namun hasil koordinasi lintas kementerian memutuskan bahwa pembelajaran daring belum menjadi kebutuhan mendesak saat ini.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah yang memprioritaskan pembelajaran tatap muka.

Menurut Anshar, keputusan tersebut sudah tepat mengingat pengalaman selama pandemi menunjukkan adanya penurunan kualitas pembelajaran ketika dilakukan secara daring dalam jangka panjang.

“Langkah pemerintah ini realistis dan berpihak pada masa depan pendidikan anak-anak kita. Tatap muka tetap menjadi metode paling efektif untuk memastikan transfer ilmu berjalan optimal,” ujar Anshar dalam keterangannya, Rabu (25/03).

Ia juga menilai bahwa risiko learning loss merupakan ancaman serius jika pembelajaran daring diterapkan secara luas tanpa kesiapan yang matang, baik dari sisi infrastruktur, tenaga pengajar, maupun kesiapan peserta didik.

“Tidak semua daerah memiliki kesiapan yang sama untuk pembelajaran daring. Kalau dipaksakan, justru akan memperlebar kesenjangan pendidikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Anshar mendorong pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tatap muka, termasuk memperkuat sarana dan prasarana sekolah serta meningkatkan kapasitas tenaga pendidik.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar opsi pembelajaran hybrid tetap disiapkan sebagai langkah antisipasi jika kondisi darurat benar-benar terjadi di masa mendatang.

“Yang terpenting adalah keberlanjutan kualitas pendidikan. Jangan sampai kebijakan yang diambil justru menurunkan daya saing generasi muda kita,” pungkasnya. (**)

Advertisement