Airlangga: Perekonomian Indonesia Masih Berada dalam Kondisi yang Relatif Kuat dan Stabil

0
FOTO: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Jumat (13/3). (Seskab)
FOTO: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Jumat (13/3). (Seskab)

LEGIONNEWS.COM – JAKARTA, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Jumat (13/3).

Menko Bidang Perekonomian itu mengungkapkan sidang ini membahas kesiapan pemerintah menghadapi Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang tinggal beberapa hari lagi.

Selain itu kata Airlangga, Rapat kabinet itu termasuk membahas kelancaran arus mudik, ketersediaan bahan pokok, serta stabilitas harga di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.

Advertisement

“Pada kesempatan tersebut saya juga melaporkan perkembangan kondisi ekonomi nasional kepada Presiden. Sejumlah indikator menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia masih berada dalam kondisi yang relatif kuat dan stabil. Kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap Produk Domestik Bruto yang masih tinggi.” ujar Airlangga dikutip dari laman media sosial miliknya. Sabtu (14/3)

Katanya dalam unggahannya itu, Rasio utang luar negeri Indonesia terhadap PDB masih berada di bawah 30 persen, relatif rendah dibandingkan banyak negara lain. Cadangan devisa nasional juga berada pada level yang kuat.

Kinerja perdagangan luar negeri juga terus menunjukkan perkembangan positif, dengan kontribusi ekspor komoditas unggulan seperti batu bara, karet, nikel, dan tembaga.

Peningkatan penggunaan skema Local Currency Settlement dalam transaksi perdagangan dengan negara mitra, yang diharapkan dapat memperkuat stabilitas transaksi dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Pemerintah memastikan peran APBN sebagai penyangga stabilitas ekonomi melalui berbagai program belanja untuk menjaga daya beli masyarakat, termasuk bantuan pangan dan pembayaran tunjangan hari raya.

Pendapatan pajak pada awal tahun 2026 juga menunjukkan pertumbuhan positif dan diperkirakan akan terus meningkat pada bulan Maret seiring periode pelaporan pajak.

“Langkah-langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.” tutup Airlangga. (*)

Advertisement