Andi Muzakkir Aqil dan Ismail Bachtiar Perkuat Persatuan Bangsa Lewat Sosialisasi Empat Pilar di Parepare

0
Ket Foto: Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Andi Muzakkir Aqil, bersama anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ismail Bachtiar, saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Ballroom Hotel Kenari, Parepare. (Dok. Ist)
Ket Foto: Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Andi Muzakkir Aqil, bersama anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ismail Bachtiar, saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Ballroom Hotel Kenari, Parepare. (Dok. Ist)

LEGIONNEWS.COM – PAREPARE, Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Andi Muzakkir Aqil, bersama anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ismail Bachtiar, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) di Ballroom Hotel Kenari, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Parepare, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan bertema “Mempererat Silaturahmi dan Memperkokoh Persatuan Bangsa” tersebut dihadiri sekitar 300 undangan, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan sejumlah elemen masyarakat lainnya. Kolaborasi dua legislator dari partai berbeda ini menjadi pesan bahwa penguatan kebangsaan merupakan tanggung jawab bersama yang melampaui perbedaan politik.

Dalam pemaparannya, Andi Muzakkir Aqil menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika harus dipahami sekaligus diamalkan dalam perilaku bermasyarakat.

Advertisement

“Nilai-nilai kebangsaan tidak boleh hanya berhenti pada wacana. Melalui silaturahmi seperti ini, kita merawat persatuan dari daerah untuk Indonesia. Ketika kita duduk bersama tanpa memandang perbedaan, di sinilah kekuatan sejati bangsa kita berada,” tegas Andi Muzakkir Aqil.

Anggota Komisi XII DPR RI tersebut menjelaskan bahwa tantangan kebangsaan tidak selalu hadir dalam bentuk konflik terbuka. Perbedaan pandangan, penyebaran informasi yang memecah belah, serta melemahnya kepedulian sosial juga dapat mengikis persatuan apabila tidak disikapi secara bijaksana.

Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan semangat gotong royong, toleransi, musyawarah, dan penghormatan terhadap perbedaan sebagai praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keberagaman Indonesia akan menjadi kekuatan apabila masyarakat mampu membangun ruang dialog dan mengutamakan kepentingan bersama.

Andi Muzakkir Aqil juga berharap sosialisasi tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus dialog bagi masyarakat untuk memahami hak dan tanggung jawab sebagai warga negara. Ia menegaskan bahwa penguatan wawasan kebangsaan perlu berjalan seiring dengan keterbukaan terhadap aspirasi dan persoalan yang dihadapi masyarakat.

Kehadiran Ismail Bachtiar dalam kegiatan ini turut memperlihatkan pentingnya kerja sama lintas partai dalam pendidikan kebangsaan. Perbedaan afiliasi politik, menurut pesan yang dibangun dalam kegiatan tersebut, tidak semestinya menjadi penghalang untuk memperjuangkan kepentingan bangsa.

Melalui sosialisasi ini, Andi Muzakkir Aqil berharap masyarakat Parepare semakin memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Persatuan harus kita rawat bersama. Kita boleh berbeda pilihan dan pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan membuat kita kehilangan rasa persaudaraan. Indonesia akan semakin kuat jika masyarakatnya saling menghormati, bergotong royong, dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok,” tutupnya. (*)

Advertisement