
LEGIONNEWS.COM – JAKARTA, Korps Brimob Polri menyiagakan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) Polda Metro Jaya untuk mendukung pengamanan aksi unjuk rasa di wilayah Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Kesiapan tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan yang dipimpin Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat.
Apel diikuti ratusan personel gabungan dari Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya serta jajaran Korbrimob Polri diantaranya Wadanmen II Pasukan Pelopor Korbrimob Polri AKBP Artur Sameputthy dan Danyon B Men II Pas Pelopor AKBP Trisna Mulyana serta personel Korbrimob Polri turut mengikuti apel gelar kesiapan pelaksanaan tugas pengamanan.
Pelibatan pasukan kekuatan yang disiapkan terdiri atas 29 Satuan Setingkat Kompi (SSK) Pengendalian Huru-Hara (PHH) dan dua detasemen Satuan Penindak Perusuh (SPP).
Personel tersebut terbagi dalam empat Resimen, yakni Resimen I sebanyak 6 SSK, Resimen II sebanyak 8 SSK dengan dukungan dua detasemen SPP, Resimen III sebanyak 8 SSK, dan Resimen IV sebanyak 7 SSK.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bhudi Hermanto menyampaikan, terdapat 77 kegiatan masyarakat di wilayah DKI Jakarta terdiri atas 53 aksi penyampaian aspirasi dan 24 kegiatan masyarakat lainnya.
“Ada beberapa aktivitas masyarakat lainnya pada hari ini ada 77 kegiatan, 53 aksi penyampaian aspirasi, dan 24 kegiatan masyarakat lainnya di wilayah DKI. Ini harus butuh pengawalan, butuh penjagaan kegiatan itu berjalan dengan baik,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Bhudi.
Kombes Bhudi juga mengajak mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ketertiban serta fasilitas umum selama penyampaian aspirasi berlangsung.
“Kami juga melakukan mengajak bersama-sama dalam penyampaian aspirasi juga diatur oleh undang-undang untuk aman, damai, dan menjaga fasilitas umum. Menjaga ruang publik dan fasilitas umum merupakan tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.
Melalui kesiapan personel BKO dan sinergi bersama Polda Metro Jaya, Korps Brimob Polri berkomitmen mendukung pengamanan secara profesional, disiplin, dan humanis.
Keselamatan masyarakat, peserta aksi, serta petugas menjadi prioritas agar kegiatan penyampaian aspirasi dapat berlangsung aman, damai, dan tertib. (*)
























