LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Video viral kondisi bendungan Leko Pancing, Kecamatan Tompobulu, Maros. Kondisi tersebut akan berdampak bagi pelayanan air bersih bagi pelanggan PDAM Makassar.
Untuk mengantisipasi keadaan tersebut, PDAM Makassar telah mengantisipasi keadaan tersebut sejak lama.
Pelaksana tugas (Plt) PDAM Makassar Andi Syahrum Makkurade kepada media mengatakan pihaknya sudah lama mengantisipasi kekeringan yang terjadi di bendungan Leko Pancing.
“Sudah lama diantisipasi dengan mengaktifkan intake Manggala,” ujar Plt Direktur Utama PDAM Makassar. Jumat (4/9/2026)
“Kita mengambil air sungai Moncongloe melalui intake Manggala,” tambah Andi Syahrum.
Guru Besar Pendidikan Fisika Unismuh Makassar (Unismuh), Prof. Nurlina, menjelaskan bahwa El Nino merupakan fenomena memanasnya suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur yang memiliki pengaruh global terhadap cuaca.
Fenomena ini, kata dia, dapat berdampak langsung pada berkurangnya pasokan air permukaan, memicu musim kemarau yang lebih kering, serta meningkatkan risiko krisis air di berbagai daerah.
“El Nino adalah fenomena memanasnya suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur yang memiliki pengaruh global terhadap cuaca. Efek yang ditimbulkan dari fenomena ini dapat berdampak pada pasokan air permukaan dan membuat musim kemarau lebih kering, sehingga masyarakat harus lebih waspada dan lebih siap menghadapi kondisi tersebut,” ujar Prof. Nurlina dikutip di website Unismuh Makassar.
Menurut Prof Nurlina, dampak El Nino tidak hanya menyentuh sektor lingkungan, tetapi juga menjalar ke sektor kesehatan dan ketahanan pangan. Perubahan cuaca yang ekstrem berpotensi meningkatkan kerawanan penyakit, terutama penyakit yang berkaitan dengan dehidrasi, gangguan pernapasan, serta penurunan daya tahan tubuh akibat suhu udara yang lebih panas dan kondisi kelembaban yang berubah.
Ia menjelaskan, kondisi ini terjadi karena adanya perubahan pola suhu permukaan laut dan sirkulasi atmosfer yang berdampak langsung pada proses pembentukan awan. Akibatnya, distribusi hujan terganggu, sementara suhu udara terasa lebih tinggi dan kelembaban udara ikut berubah.
“Perubahan pola suhu permukaan laut dan sirkulasi atmosfer berdampak langsung pada pembentukan awan, sehingga suhu udara dan kelembaban udara ikut meningkat. Situasi ini perlu dipahami masyarakat bukan hanya sebagai perubahan cuaca biasa, tetapi sebagai fenomena yang bisa memengaruhi kehidupan sehari-hari,” katanya.
Di Sulawesi Selatan, terutama Makassar, suhu panas mulai semakin terasa dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini, menurut Prof Nurlina, sejalan dengan prediksi BMKG bahwa kawasan pesisir selatan termasuk wilayah yang lebih awal memasuki musim kemarau, yakni mulai April 2026. Secara nasional, BMKG memang memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia mulai masuk musim kemarau pada April, Mei, dan Juni 2026, dengan kecenderungan musim yang lebih kering dari biasanya.
“Fenomena suhu panas mulai terasa di bagian Sulawesi Selatan, terutama Makassar. Hal ini sesuai dengan prediksi BMKG bahwa bagian pesisir selatan memang lebih awal akan mengalami kemarau, yaitu mulai April, sehingga suhu yang terasa sekarang memang sangat panas,” jelasnya.
Prof Nurlina menambahkan, suhu panas yang dirasakan warga Makassar saat ini juga dipengaruhi oleh masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Pada fase peralihan ini, tutupan awan cenderung berkurang, intensitas penyinaran matahari meningkat, dan udara terasa lebih menyengat dari biasanya.
“Makassar sekarang terasa sangat panas karena sedang memasuki masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Kondisi ini menyebabkan suhu udara meningkat dan terasa lebih panas dari biasanya,” ujarnya.
Ia menyebut suhu udara di Makassar saat ini berkisar 30 hingga 34 derajat Celsius. Meski angka tersebut masih tergolong dalam rentang yang umum untuk wilayah tropis, sensasi panasnya terasa lebih kuat. Menurutnya, suhu itu masih berpotensi meningkat pada bulan-bulan berikutnya, terutama dari Mei hingga September, seiring menguatnya musim kemarau dan kemungkinan pengaruh El Nino.
Karena itu, Prof Nurlina mengingatkan pentingnya langkah antisipasi sejak dini. Di sektor pertanian, ia mendorong penerapan irigasi yang efisien, penggunaan varietas tanaman tahan kering, serta pengelolaan hama dan penyakit secara lebih adaptif. Di tingkat rumah tangga dan masyarakat, upaya penghematan air, menjaga kesehatan tubuh, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca menjadi langkah yang tak kalah penting.
“Untuk mengatasi dampak El Nino, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, seperti penerapan irigasi yang efisien, penggunaan varietas tanaman tahan kering, serta pengelolaan hama dan penyakit. Yang paling penting adalah kesiapan masyarakat untuk beradaptasi lebih awal,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dapat bersama-sama memperkuat literasi kebencanaan iklim agar dampak El Nino tidak berkembang menjadi krisis sosial yang lebih luas. (LN/*)






![Taufik Hidayat Adukan Dr Makkah di Polda Sulsel Soal Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Fitnah FOTO: Kantor Mapolda Sulsel, Tamalanrea Indah, Jl. Perintis Kemerdekaan No.KM.16, Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). [Istimewa]](https://legion-news.com/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240628-WA0151-218x150.jpg)











![Taufik Hidayat Adukan Dr Makkah di Polda Sulsel Soal Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Fitnah FOTO: Kantor Mapolda Sulsel, Tamalanrea Indah, Jl. Perintis Kemerdekaan No.KM.16, Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). [Istimewa]](https://legion-news.com/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240628-WA0151-100x70.jpg)





