Geram Pemadaman Listrik Secara Bergilir, GAM: Sulselrabar Gelap!

0
FOTO: Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor PLN UID Sulselrabar, Jln Hertasning (3/09/2026).
FOTO: Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor PLN UID Sulselrabar, Jln Hertasning (3/09/2026).

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor PLN UID Sulselrabar, Jln Hertasning (03/09/2026).

‎Dalam aksinya, Mahasiswa membakar ban bekas sambil membentangkan spanduk yang bertuliskan “TAGIHAN TAK PERNAH BERGILIR, TAPI LISTRIK DIPADAMKAN BERGILIR” dan membawa 2 tuntutan diantaranya, Mendesak PLN UID Sulselrabar untuk segera menghentikan pemadaman listrik secara bergilir serta memberikan kompensasi terhadap masyarakat yang terdampak dan Copot General Manager PLN UID Sulselrabar.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) sedang melakukan pemadaman bergilir untuk sebagian wilayah di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) menyusul sejumlah perbaikan infrastruktur kelistrikan sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).

Salah satu penyebab terjadinya pemadaman listrik bergilir adalah musim kemarau panjang yang dipengaruhi oleh fenomena El Niño. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan volume air di sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) utama, seperti PLTA Bakaru dan Waduk Bili-Bili. Berkurangnya ketersediaan air berdampak pada menurunnya kapasitas pembangkitan listrik dari sumber tenaga air secara signifikan.

Advertisement

Oleh sebab itu, Jenderal Lapangan (Akmal Yusran), menegaskan bahwa El Nino tidak dapat dijadikan alasan pembenaran atas pemadaman listrik bergilir.

“Meskipun terdapat anggapan bahwa kondisi El Nino dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketersediaan pasokan listrik, alasan tersebut tidak serta-merta dapat dijadikan pembenaran atas terjadinya pemadaman listrik secara bergilir. Hal ini mengingat sistem ketenagalistrikan tidak hanya bergantung pada pembangkit listrik tenaga air, tetapi juga didukung oleh berbagai jenis pembangkit lainnya,” Tegasnya.

Ia juga berpendapat bahwa PLN UID Sulselrabar perlu menjadikan pengalaman pemadaman 2023 sebagai bahan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa dan meningkatkan pasokan listrik.

“Mestinya, PLN UID Sulselrabar melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kejadian serupa yang terjadi pada tahun 2023, pada saat itu persoalan pemadaman listrik bergilir di Sulawesi Selatan tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga memicu eskalasi aksi massa. Pengalaman tersebut semestinya menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi PLN untuk meningkatkan pasokan listrik,” Lanjutnya.

Di waktu yang sama, Panglima Besar GAM (Fajar Wasis) menyampaikan bahwa PLN UID Sulselrabar mesti memberikan kompensasi terhadap masyarakat yang terdampak.

“Pemberian kompensasi merupakan salah satu bentuk pemenuhan hak konsumen ketika pelayanan tenaga listrik tidak memenuhi tingkat mutu pelayanan yang telah ditetapkan. Konsumen pada prinsipnya memiliki hak untuk memperoleh kompensasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” Ucapnya. (*)

Advertisement