Kelurahan Bonto Makkio ini Kata Tokoh Pemuda Rappocini

0
FOTO: Kelurahan Bonto Makkio, terus menerus membenahi lorong wisata di wilayahnya. Hal ini dilihat dari berapa kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) Harapan Indah RT 8/RW 3. (ist)
FOTO: Kelurahan Bonto Makkio, terus menerus membenahi lorong wisata di wilayahnya. Hal ini dilihat dari berapa kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) Harapan Indah RT 8/RW 3. (ist)

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Lurah Bonto Makkio, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar tuai sorotan. Pasalnya Slamet Riady (Lurah) dianggap tidak humanis dengan para RW dan RT di Kelurahan tersebut.

Sorotan datang dari Ketua Umum Forum Pemuda Rappocini, Fadel Sofyan. Ia menilai Lurah Bonto Makkio, bersikap kurang humanis. Slamet oleh warga Kelurahan tersebut dianggapnya tidak menghadirkan suasana yang hangat dan bersahabat.

“Lurah merupakan ujung tombak pemerintah kota makassar. Perannya jelas mengontrol dan menjaga cipta kondisidi tingkatan RW dan RT. Maka dia [Lurah] harus bersikap humanis dan dekat dengan warganya untuk menghadirkan suasana yang hangat dan bersahabat,” ujar Ketua Umum Forum Pemuda Rappocini itu kepada media. Selasa (2/9/2026).

Advertisement

“Tapi kenyataan tidak seperti itu. Tentu kami berharap Camat selaku pimpinan wilayah harus mengevaluasi bawahannya dalam hal ini Lurahnya,” tegas Fadel Sofyan.

Lalu, Fadel yang juga Founder Makassar Youth Space (MYS) menyampaikan di Kelurahan Bonto Makkio memiliki 26 RT dan 6 RW. Daerah tersebut memiliki tingkat kerawan konflik terbilang tinggi.

“Lurah itu harusnya hadir menyelesaikan konflik, justru sebaliknya kehadirannya yang belum lama ini, juga diduga justru sengaja menimbulkan konflik ditengah masyarakat,” katanya.

“Dengan kondisi di wilayah rawan konflik, Seharusnya Lurah mengutamakan pendekatan Humanis. Bukan menciptakan perpecahan antara tokoh masyarakat di kelurahan Bonto Makkio,” lanjut Fadel Kader Himpunan Mahaiswa Islam (HMI) Makassar ini.

Fadel mengatakan di Kecamatan Rappocini, kelurahan lainnya antara Lurah dan LPM, RT, RW dan Masyarakatnya sangat humanis. Berbeda dengan kelurahan dimana dirinya tumbuh besar di kelurahan Bonto Makkio.

“Saya ini tumbuh dan besar di Pabaeng baeng. Saya melihat di kelurahan lainnya di kecamatan Rappocini antara Lurah dan LPM, RT, RW serta masyarakat lainnya harmonis, Cuman di kelurahan saya saja seperti ini,” katanya.

Ia lalu menjelaskan Kelurahan Bonto Makkio, Sejak 2017-2017 sering mendapatkan prestasi ditingkatkan nasional bidang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat PHBS dalam PKK-KB Kesehatan.

Terkait protes salah satu tokoh pemuda Rappocini awak media konfirmasi hal tersebut ke Lurah Bonto Makkio.

“Alhamdulillah, bulan lalu, Kelurahan Bonto Makkio Juara 1 Kampung Berkualitas Tingkat Propinsi Sulawesi Selatan dan Mewakili Sulsel Lomba Tingkat Nasional.” ujar Lurah Bonto Makkio.

“Ini semua karena sinergitas semua unsur yang ada di Kelurahan Bonto Makkio sehingga bisa berprestasi,” jelas.

Kelurahan Bonto Makkio, terus menerus membenahi lorong wisata di wilayahnya. Hal ini dilihat dari berapa kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) Harapan Indah RT 8/RW 3. (LN)

Advertisement