Kementan Dukung Bone Perkuat Bibit Sapi Bali, Produktivitas Jadi Fokus

0
FOTO: Bupati Bone Andi Asman Sulaiman mempelajari langsung sistem pembibitan sapi Bali di Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Denpasar di Jembrana, Bali, Jumat (21/8/2026).
Img 20260824 Wa0684

LEGIONNEWS.COM – JEMBRANA, Kementerian Pertanian mendukung Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, memperkuat pengembangan sapi melalui peningkatan kualitas bibit, reproduksi, pakan, kesehatan hewan, dan manajemen pemeliharaan. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus nilai ekonomi ternak bagi peternak.

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman mempelajari langsung sistem pembibitan sapi Bali di Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Denpasar di Jembrana, Bali, Jumat (21/8/2026).

BPTU-HPT Denpasar memiliki kawasan sekitar 102 hektare yang dimanfaatkan untuk pembibitan, pemurnian dan pelestarian sapi Bali serta pengembangan hijauan pakan ternak.

Advertisement

Andi Asman menilai pola pengelolaan tersebut dapat menjadi referensi bagi pengembangan peternakan sapi di Bone.

“Kita ingin beternak bukan hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas. Kualitas bibit dan pengelolaan perkawinan sapi harus kita jaga,” kata Andi Asman.

Kementan menilai peningkatan populasi perlu diikuti perbaikan mutu genetik, reproduksi, pakan dan kesehatan hewan agar produktivitas ternak meningkat secara berkelanjutan.

Bone dinilai memiliki modal kuat karena didukung basis peternak, ketersediaan lahan dan sumber pakan dari sektor pertanian. Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui sistem pembibitan yang lebih terarah serta integrasi tanaman pangan dan peternakan.

Kepala BPTU-HPT Denpasar I Gusti Putu Ngurah Raka mengatakan ketersediaan pakan dan air menjadi faktor penting, terutama saat musim kemarau.

“Jadi kami harus mengoptimalkan semua sumber daya yang ada agar ternak kami masih bisa bertahan,” kata Ngurah Raka.

BPTU-HPT Denpasar memanfaatkan sumber air untuk kebun hijauan pakan serta memberikan konsentrat ketika daya dukung padang penggembalaan menurun.

Kementan mendorong praktik baik tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi Bone. Pengembangan sapi diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat kualitas bibit, efisiensi usaha dan pendapatan peternak.

Arah tersebut sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman yang mendorong peningkatan produksi dalam negeri dan penguatan peternak rakyat.

Kementan menilai Bone berpotensi berkembang menjadi salah satu kawasan pengembangan sapi yang kuat di Indonesia Timur dengan dukungan bibit berkualitas, manajemen produksi yang baik dan usaha peternakan yang berkelanjutan. (*)

Advertisement