LEGIONNEWS.COM – JAKARTA, Selain Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq, KPK juga dikabarkan telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wakil Ketua I DPC Partai Gerindra Banyumas, Adhi Wiharto, Dalam kasus yang sama.
Adhi Wiharto, Selain kiprahnya di partai gerindra, ia juga tercatat sebagai pendiri LSM Pijar.
Adhi juga memimpin organisasi sayap partai, yakni Satria Gerindra Banyumas, yang sering menyuarakan isu-isu sosial di wilayah tersebut.
Kehadiran Adhi dalam operasi tersebut cukup mengejutkan karena ia tidak memiliki keterkaitan struktural dengan lingkungan Universitas Jenderal Soedirman.
Keterlibatan Adhi dalam rangkaian pemeriksaan KPK di Mapolresta Banyumas menambah daftar panjang pihak yang dimintai keterangan.
Secara keseluruhan, terdapat 14 orang yang diamankan oleh tim penyidik dalam operasi yang dilakukan secara serentak di wilayah Purwokerto dan Jakarta.
Dari jumlah tersebut, sembilan orang di antaranya masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami peran masing-masing dalam kasus ini.
Selain Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, KPK juga memeriksa Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof Noor Farid, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Prof Norman Arie Prayoga, dan Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Unsoed Eko Sumanto.
Para pihak yang diamankan masih berstatus terperiksa. KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk mengumumkan status para pihak yang terjaring OTT.
Budi mengatakan, KPK menyayangkan terjadinya dugaan korupsi di ruang pendidikan, yang seharusnya tidak sekadar diisi dengan pembelajaran ilmu pengetahuan tapi juga penanaman nilai dan karakter.
“Terlebih dugaan korupsi terjadi saat proses awal, proses penerimaan. Artinya, transaksional sudah terjadi saat mahasiswa baru membuka gerbang masuk kampus. Gerbang yang semestinya menjadi gapura cita-cita dan masa depan bangsa,” kata Budi. (*)

























