LEGIONNEWS.COM – JAKARTA, Anggota Dewan Pengawas KPK periode 2019-2024, Albertina Ho gagal menjadi hakim agung. Kini publik menyoroti Komisi III DPR RI hasil uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test).
Saat ini yang menjadi sorotan publik Dhifla Wiyani, Dia disebut sebut eks calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Golkar.
Albertina Ho dan Dhifla Wiyani, keduanya sama-sama ikut seleksi untuk calon hakim agung kamar pidana. Selama ini publik melihat Albertina Ho sebagai hakim yang dikenal cukup bagus.
Politisi partai demokrat Hinca Panjaitan mengaku tak mau ikut campur dalam proses seleksi calon hakim agung. Sebab, hal itu menjadi kewenangan Komisi Yudisial (KY).
Namun, bagi Komisi III, kata Hinca, mereka para calon hakim agung tak boleh terafiliasi dengan partai politik manapun.
Dia pun memastikan Dhifia sudah tak terafiliasi dengan partai politik, terutama Golkar.
Hinca mengaku tak mau ikut campur dalam proses seleksi calon hakim agung. Sebab, hal itu menjadi kewenangan Komisi Yudisial (KY).
Namun, bagi Komisi III, kata Hinca, mereka para calon hakim agung tak boleh terafiliasi dengan partai politik manapun.
Dia pun memastikan Dhifia sudah tak terafiliasi dengan partai politik, terutama Golkar.
“Dia tidak terafiliasi lagi. Kalau latar belakang orang kan bisa macem-macem. Itu satu, menjaga itu,” kata Hinca usai fit and proper test di kompleks parlemen.
Meski begitu, dia menilai lolos atau tidaknya calon tertentu selama proses seleksi, tak bisa dibandingkan. Sebab, ada ratusan calon yang mendaftar sejak awal dan melalui banyak tahap seleksi.
“Nah, kalau ditanyakan si anu lulus, ini enggak lulus, wah itu ada ratusan itu. Dan karena itu pertanyaan itu mungkin pas disampaikan ke KY ya,” katanya.
Hasil fit and proper test Komisi III, Dhifla terpilih sebagai satu dari tiga nama lain, sebagai calon hakim agung kamar pidana.
Dia terpilih bersama Syamsul Arief (Kepala Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung), Sugiyanto (Sekretaris Mahkamah Agung), dan Sudharmawatiningsih (Panitera Mahkamah Agung).
Pada Pileg 2024 lalu, Dhifla pernah maju sebagai caleg Golkar lewat daerah pemilihan Sumatera Barat II, dengan nomor urut 3, dan memperoleh 1.014 suara.
Rapat Pleno Komisi III DPR menyetujui hasil and fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan terhadap 14 calon hakim agung dan hakim ad hoc pada Mahkamah Agung, Kamis (13/8).
Rapat pleno menyetujui 14 atau keseluruhan calon tersebut untuk dibawa ke proses selanjutnya, yakni paripurna DPR sebelum resmi bertugas. (*)

























