LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Sesepuh Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Sulawesi Selatan, Drs. H. Makmur Idrus, menyambut baik kehadiran Cicit Pendiri Nahdlatul Ulama, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) di kota Makassar.
“Tentu kita menyambut baik kehadiran Gus Kikin di Makassar. Beliau bukan hanya cicit pendiri NU, tetapi juga memiliki pengalaman memimpin pesantren dan berkhidmat dalam struktur jam’iyah,” ujar Makmur Idrus kepada media Sabtu (15/8).
Mantan Ketua PC GP Ansor Makassar itu mengatakan, Pernyataan kesiapannya menerima amanah patut dihormati. Namun, kepemimpinan NU tidak cukup hanya bermodal garis keturunan, popularitas, atau banyaknya sambutan.
“Yang paling penting ialah kemampuan menjaga Qanun Asasi, menyatukan warga NU, serta membebaskan organisasi dari kepentingan politik praktis dan transaksi menjelang Muktamar,” ucap Mantan Ketua PC GP Ansor Makassar itu.
“Sebagai sesepuh GP Ansor, saya berharap seluruh kandidat bertarung secara sehat melalui gagasan dan rekam jejak pengabdian. Jangan sampai Qanun Asasi hanya dibumikan dalam forum, tetapi justru ‘dikuburkan’ dalam praktik politik transaksional,” katanya.
“NU membutuhkan pemimpin yang siap melayani, bukan datang untuk dilayani, siap memikul amanah, bukan sekadar menikmati kehormatan jabatan.” pungkas Makmur Idrus.
“Karena itu, kesiapan Gus Kikin layak diperhitungkan, sedangkan keputusan akhirnya tetap harus dikembalikan kepada mekanisme Muktamar dan hati nurani para pemilik suara.” tutur sesepuh GP Ansor Sulawesi Selatan.
Untuk diketahui Gus Kikin hadir di kota Makassar dalam silaturahmi Pembumian Qanun Asasi untuk Nahdlatul Ulama di Hotel Claro Makassar. Sabtu malam (14/8/2026).
Ratusan Kader Nahdlatul Ulama (NU) antusian sambut kehadiran cicit pendiri NU itu di Makassar. Gus Kikin merupakan Cicit dari Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari.
Gus Kikin kepada media menyatakan siap maju, menjalankan amanah yang di titipkan kepadanya untuk maju sebagai calon ketua umum PBNU.
“Siap. Namanya berkhidmat di NU itu ya berkhidmat. Bukan jadi pemimpin di NU itu terus menikmati. Khidmat itu tanggung jawab kepada umat,” ujar Gus Kikin.
Untuk diketahui Gus Kikin adalah Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.
Ia menyatakan kesiapannya maju dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar Ke-35 NU yang akan digelar di Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur pada 27-31 Agustus 2026.
Gus Kikin menegaskan bahwa pencalonannya merupakan bentuk kepatuhan terhadap keputusan rapat pleno gabungan PWNU dan PCNU se-Jawa Timur, bukan didorong ambisi pribadi.
“Semula saya tidak ada niat untuk mencalonkan diri. Namun karena ini merupakan keputusan, penugasan, dan amanah dari PWNU serta PCNU se-Jawa Timur, maka bismillah saya siap menjalankannya,” kata Gus Kikin dalam pernyataan dikutip dari NU Online, Selasa (21/7/2026).
Gus Kikin menjelaskan bahwa dukungan PWNU dan PCNU se-Jawa Timur didasari semangat menjaga tradisi keorganisasian yang telah dirumuskan para muassis NU sekaligus memperkuat persatuan.
“Kita berusaha sebaik mungkin mengikuti tradisi-tradisi dari dulu yang sangat kuat dan itu yang harus kita jaga, kita lanjutkan, kita teruskan. Karena konsep NU itu harus masuk ke dalam organisasi NU dengan penuh kasih sayang,” ujarnya.
Selain Gus Kikin, sejumlah nama juga disebut masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar Ke-35 NU.
Mereka antara lain;
- Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya),
- Pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo Magelang KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf),
- Menteri Agama KH Nasaruddin Umar,
- Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa,
- Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang,
KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), - Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin),
- Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Hery Haryanto Azumi.
(LN)

























