Mahasiswa Unhas Ubah Serai dan Pandan Jadi Senjata Alami Melawan Kutu Beras

0
FOTO: Tim PHARMACOUNT Unhas, Humairah Afifah (Farmasi 2023), Afiya Nahda Hesa (Farmasi 2024), Artika Sari Supardy (Akuntansi 2024), Adinda Yulia (Akuntansi 2024).
FOTO: Tim PHARMACOUNT Unhas, Humairah Afifah (Farmasi 2023), Afiya Nahda Hesa (Farmasi 2024), Artika Sari Supardy (Akuntansi 2024), Adinda Yulia (Akuntansi 2024).

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Beras merupakan bahan pangan pokok yang hampir selalu tersedia di setiap rumah tangga Indonesia. Namun, selama penyimpanan, kualitas beras kerap menurun akibat serangan kutu beras (Sitophilus oryzae), serangga kecil yang dapat mempercepat kerusakan, menurunkan mutu, serta meningkatkan kehilangan hasil pascapanen.

Selama ini, sebagian masyarakat masih mengandalkan pestisida sintetis atau metode penyimpanan yang belum sepenuhnya aman bagi pangan.

Persoalan tersebut mendorong lahirnya berbagai inovasi berbasis bahan alam. Salah satunya dikembangkan oleh Tim PHARMACOUNT dari Universitas Hasanuddin melalui RICEVA (Rice Protection with Natural Volatile Aroma), sebuah paper strip yang memanfaatkan minyak atsiri serai wangi dan ekstrak pandan wangi sebagai sumber senyawa volatil alami untuk membantu melindungi beras selama penyimpanan.

Advertisement

Secara ilmiah, minyak atsiri dari serai wangi dikenal mengandung senyawa seperti sitronelal, sitronelol, dan geraniol yang memiliki aroma khas serta telah banyak diteliti memiliki aktivitas sebagai penolak berbagai jenis serangga. Sementara itu, pandan wangi menghasilkan senyawa aromatik alami yang tidak hanya memberikan aroma khas, tetapi juga berpotensi memperkuat efek pengusiran hama.

Melalui formulasi dalam bentuk paper strip, kedua bahan tersebut dirancang melepaskan senyawa volatil secara bertahap sehingga dapat membantu menciptakan lingkungan penyimpanan yang kurang disukai kutu beras tanpa harus bersentuhan langsung dengan bahan pangan.

Ketua Tim PHARMACOUNT, Humairah Afifah, menjelaskan bahwa keunggulan RICEVA terletak pada pemanfaatan bahan alami yang aman untuk penyimpanan pangan dengan bentuk penggunaan yang sederhana dan praktis.

“Kami berharap RICEVA dapat menjadi alternatif perlindungan beras yang lebih aman, praktis, dan ramah lingkungan,” ujar Humairah.

Pendekatan tersebut sejalan dengan meningkatnya perhatian terhadap penggunaan pestisida nabati sebagai bagian dari sistem penyimpanan pangan yang lebih berkelanjutan. Pemanfaatan bahan-bahan hayati lokal tidak hanya berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis, tetapi juga membuka peluang hilirisasi komoditas pertanian Indonesia menjadi produk bernilai tambah.

Menurut Humairah, RICEVA dirancang agar dapat digunakan secara luas, mulai dari rumah tangga, mahasiswa yang tinggal di kos, pelaku UMKM pangan, hingga toko beras dan sembako. Bentuk paper strip membuat produk mudah ditempatkan di dalam wadah penyimpanan tanpa memerlukan perlakuan khusus.

Meski demikian, pengembangan inovasi berbasis sains tidak berhenti pada tahap perancangan konsep. Untuk memastikan efektivitas dan keamanan produk, Tim PHARMACOUNT merencanakan pembuatan prototipe, pengujian kemampuan paper strip dalam menghambat serangan kutu beras, serta penyempurnaan model bisnis sebelum diimplementasikan secara lebih luas.

Proses lahirnya RICEVA juga menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu. Humairah menjelaskan bahwa tim melakukan studi literatur, analisis pasar, penyusunan model bisnis, hingga analisis kelayakan usaha.

“Tantangan terbesar adalah mengintegrasikan aspek kesehatan, inovasi produk, dan strategi bisnis ke dalam satu proposal yang komprehensif. Kolaborasi antara mahasiswa Farmasi dan Akuntansi menjadi kekuatan utama dalam menyusun solusi yang tidak hanya layak secara ilmiah, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk komersial,” kata Humairah.

Direktur Kemahasiswaan Unhas, Prof. Dr. Ir. Suhasman, S.Hut., M.Si., IPM, menjelaskan bahwa keberhasilan Tim PHARMACOUNT adalah bukti inovasi mahasiswa berbasis riset.

“Inovasi ini menjawab persoalan sehari-hari yang dihadapi masyarakat, yang dibangun dengan basis ilmiah sebagai hasil riset yang kuat,” kata Prof. Suhasman.

Bagi Tim PHARMACOUNT, kompetisi bukan sekedar ajang meraih prestasi. Pengalaman tersebut merupaakn ruang belajar untuk menguji gagasan, membangun kolaborasi lintas bidang, serta mengasah kemampuan berpikir kritis dan kewirausahaan.

Inovasi RICEVA mengantarkan Tim PHARMACOUNT meraih Juara III pada Business Plan Competition dalam Lokakarya Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) Wilayah Timur 2026. Kompetisi diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Udayana, di The Patra Bali Resort & Villas, Bali, pada 23 Juli 2026. Kegiatan kompetisi diawali dengan seleksi proposal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia sebelum para finalis mempresentasikan gagasannya di hadapan dewan juri.

Tim PHARMACOUNT Unhas:

1. Humairah Afifah (Farmasi 2023),
2. Afiya Nahda Hesa (Farmasi 2024),
3. Artika Sari Supardy (Akuntansi 2024),
4. Adinda Yulia (Akuntansi 2024)

Dosen Pembimbing: Prof. Dr. Herlina Rante, S.Si., M.Si., Apt.(*/kmhs)

Advertisement