
LEGIONNEWS.COM – BANTAENG, Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) resmi melaksanakan seminar program kerja di Desa Biangloe pada Sabtu (11/07/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WITA, pemaparan ini berfokus pada upaya pemberdayaan potensi lokal dan peningkatan kapasitas masyarakat desa melalui pendekatan tematik yang terukur.

Rangkaian program yang diusung oleh tujuh mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu ini dirancang secara integratif untuk menyentuh berbagai sektor krusial di desa.
Pada sektor tata ruang dan lingkungan yang menjadi program utama, mahasiswa berkolaborasi dengan warga dalam pengadaan peta Desa Biangloe yang dipasang di beberapa titik strategis untuk menunjang perencanaan pembangunan wilayah.
Selain itu, diadakan pula pelatihan pembuatan biopori guna melatih kemandirian warga dalam mengatasi masalah genangan air sekaligus mengelola sampah organik secara swadaya di lingkungan masing-masing.

Pemberdayaan kemudian dilanjutkan pada pembenahan infrastruktur publik demi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan mobilitas warga. Langkah ini direalisasikan melalui revitalisasi sarana informasi publik, pembuatan maket Kantor Desa Biangloe, serta pemasangan convex mirror atau cermin tikungan di area rawan.
Program fisik ini berjalan selaras dengan upaya membangun kesadaran bersama dalam menjaga aset dan fasilitas desa.
Untuk memperkuat sektor ekonomi kerakyatan, para mahasiswa membidik kelompok tani dan peternak setempat. Mereka menggelar pelatihan pembuatan pupuk cair organik serta pakan silase secara mandiri. Melalui inovasi ini, masyarakat diharapkan mampu memproduksi kebutuhan pertanian dan peternakannya sendiri, sehingga produktivitas dapat meningkat secara signifikan seiring dengan ditekan biaya operasional.
Tidak kalah penting, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) juga dilakukan dengan sasaran yang disesuaikan berdasarkan tingkat usia. Bagi pelajar SMP dan SMA, diberikan sosialisasi mengenai pengaruh globalisasi untuk membentuk generasi muda desa yang kritis dan berwawasan luas. Sementara untuk anak usia dini di tingkat TK dan SD,
ditanamkan nilai tata krama melalui akulturasi budaya, yakni sosialisasi Tabe’ (budaya sopan santun Bugis-Makassar) dan Ojigi (budaya menunduk dari Jepang), yang dirangkaikan dengan stimulasi motorik lewat kreasi pembuatan origami.
Langkah taktis ini mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Desa. Rahim S.E., selaku Sekertaris Desa Biangloe, berharap agar akselerasi program kerja ini bisa membawa dampak nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
“Kami berharap program kerja yang dijalankan oleh adik-adik mahasiswa ini benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan hasil observasi di lapangan, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.” ujar Sekertaris Desa Biangloe, Senin (27/7/2026)
“Selain itu, saya juga sudah berpesan agar penyelesaian seluruh program kerja bisa dipercepat. Harapannya, pada minggu terakhir masa KKN, mereka tidak lagi terlalu disibukkan dengan urusan teknis dan bisa lebih fokus mengevaluasi kegiatan serta mempererat silaturahmi dengan warga,” tutur Rahim.
Ketajaman program ini tidak lepas dari bimbingan intensif pihak akademisi. Muflihah, selaku Dosen Pendamping KKN, menjelaskan bahwa perancangan program tahun ini memang sengaja didesain lebih spesifik dan meminta sinergi penuh dari elemen desa.
“Tahun ini, pembuatan program kerja KKN telah dimaksimalkan agar terfokus pada tematik masing-masing. Kami sangat berharap warga dapat ikut berkontribusi dan bersinergi, terutama dalam menyukseskan program kerja dengan sasaran khusus yang telah direncanakan,” jelas Muflihah.
Koordinator Desa KKN Biangloe, Riswan Aldiansa Amal, menegaskan bahwa seluruh program dirumuskan berbasis data riil di lapangan, bukan sekadar formalitas kegiatan semata.
“Program kerja yang kami rancang datang dari masalah-masalah yang kami temui saat melakukan observasi lapangan, kami berharap program kerja ini dapat membantu dalam memberdayakan seluruh masyarakat desa,” ungkap Rizwan. (*)























