LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Nama Andi Muzakkir Aqil, Digadang gadang maju sebagai calon kuat Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Selatan.
Andi Muzakkir saat ini anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat. Ia telah memegang mandat sebagai Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar.
Saat ini Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Ni’matullah Erbe, SE., Ak. Politisi senior ini sering disapa Ulla.
Ulla memimpin partai berlambangkan bintang mercy itu sejak 2022. Ia dilantik langsung oleh Ketua Umum DPP Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Tahun 2027 masa berakhirnya masa jabatan Ni’matullah Erbe.
Musyawarah Daerah (Musda) partai demokrat Sulsel tahun 2027 mendatang bakal seru.
Direktur Profetik Institut, Asratillah menyebutkan penunjukan Andi Muzakkir Aqil sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar memang sulit dilepaskan dari dinamika politik internal Partai Demokrat Sulawesi Selatan.
Kata Asratillah, Dalam tradisi politik kepartaian di Indonesia, sebuah penugasan strategis dari DPP sering kali dibaca bukan hanya sebagai kebutuhan organisasi jangka pendek, tetapi juga sebagai bentuk pengujian terhadap kapasitas kepemimpinan seorang kader.
Karena itu ujar Direktur Profetik Institut, munculnya spekulasi bahwa Andi Muzakkir Aqil menjadi salah satu kandidat kuat Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan merupakan konsekuensi politik yang wajar. Namun, penting ditegaskan bahwa penugasan sebagai Plt DPC belum dapat dimaknai sebagai sinyal definitif mengenai arah keputusan DPP pada Musda mendatang.
“Secara politik, Kota Makassar merupakan episentrum kekuatan politik Sulawesi Selatan. Hampir seluruh partai besar menjadikan penguasaan organisasi di Makassar sebagai prasyarat untuk membangun pengaruh di tingkat provinsi.” ujar Asratillah, Minggu (26/7).
Lanjut Asratillah, Dengan memimpin DPC Demokrat Makassar, Andi Muzakkir Aqil memperoleh panggung politik yang jauh lebih strategis dibanding sebelumnya.
“Apabila ia mampu memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan soliditas kader, serta memperbaiki performa organisasi di Makassar, maka hal tersebut akan menjadi modal politik yang sangat berharga,” tutur Direktur Profetik Institut.
“Dalam perspektif kepemimpinan organisasi, keberhasilan mengelola basis politik terbesar akan menjadi indikator kemampuan memimpin struktur yang lebih luas.” beber Asratillah.
Namun demikian, tutur Direktur Profetik Institut itu, Kontestasi Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan tidak hanya ditentukan oleh kapasitas personal. Ada beberapa variabel yang akan sangat menentukan, yaitu tingkat penerimaan di kalangan DPC kabupaten dan kota, kemampuan membangun komunikasi dengan elite DPP, rekam jejak kepemimpinan, serta kemampuan menyatukan berbagai faksi di internal partai.
“Ketua DPD bukan sekadar administrator organisasi, melainkan pemimpin politik yang harus mampu mengintegrasikan kepentingan daerah dengan strategi nasional partai.” ucap Asratillah.
“Oleh karena itu, modal elektoral dan popularitas saja tidak cukup apabila tidak diikuti kemampuan membangun konsensus di dalam organisasi.” ucapnya menambahkan.
Dari sudut pandang DPP Partai Demokrat, keputusan mengenai Ketua DPD kemungkinan besar akan berangkat dari kebutuhan strategis partai menghadapi Pemilu 2029.
DPP tentu akan mempertimbangkan figur yang tidak hanya memiliki loyalitas kepada partai, tetapi juga mempunyai kapasitas memperbesar suara Demokrat di Sulawesi Selatan.
Jika Andi Muzakkir Aqil mampu menunjukkan kinerja yang baik sebagai Plt Ketua DPC Makassar dalam beberapa bulan ke depan, posisinya tentu akan semakin diperhitungkan.
“Sebaliknya, apabila konsolidasi organisasi tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan, peluang tersebut dapat bergeser kepada figur lain. Dengan kata lain, penugasan saat ini dapat dipandang sebagai arena pembuktian, bukan sebagai jaminan promosi politik.” imbuh Direktur Profetik Institut.
“Karena itu, saya melihat terlalu dini apabila Andi Muzakkir Aqil langsung disebut sebagai calon terkuat Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan. Yang lebih tepat adalah mengatakan bahwa ia kini masuk dalam radar figur yang memiliki peluang serius.” katanya.
“Penugasan sebagai Plt Ketua DPC Makassar telah meningkatkan bobot politiknya secara signifikan, tetapi peluang itu tetap bergantung pada hasil kerja politik yang mampu ia tunjukkan, dinamika dukungan dari struktur partai di daerah, dan terutama keputusan akhir DPP Partai Demokrat.”
“Dalam politik modern, legitimasi kepemimpinan tidak lahir dari persepsi semata, melainkan dari kombinasi antara kepercayaan pimpinan, kinerja organisasi, dan kemampuan menghasilkan konsolidasi yang nyata.” tutup Direktur Profetik Institut itu. (LN)
























