Pagi Terpilih Ketua MUI, Malam Jadi Rais Syuriyah PCNU: Hari Bersejarah Prof. Hannani di Parepare

0
FOTO: Prof. Dr. Kiai Hannani, M.Ag. Ketua MUI dan Rais Syuriyah PCNU Kota Parepare. (Ist) 
FOTO: Prof. Dr. Kiai Hannani, M.Ag. Ketua MUI dan Rais Syuriyah PCNU Kota Parepare. (Ist) 

LEGIONNEWS.COM – PAREPARE, Sabtu, 25 Juli 2026, menjadi hari yang unik sekaligus bersejarah bagi kehidupan keagamaan di Kota Parepare. Dalam satu hari, dua organisasi keagamaan besar menggelar forum permusyawaratan masing-masing dan memberikan kepercayaan kepada sosok yang sama, Prof. Dr. Kiai Hannani, M.Ag.

Pada pagi hari, mantan Rektor IAIN Parepare tersebut terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Parepare periode 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah VII MUI Kota Parepare.

Musda VII berlangsung di Auditorium B.J. Habibie, Kompleks Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Sabtu, 25 Juli 2026.

Advertisement

Forum itu membawa semangat memperkuat sinergi antara ulama dan umara dalam membangun Parepare sebagai kota yang religius, harmonis, dan bermartabat.

Pemilihan secara aklamasi menunjukkan kuatnya kepercayaan peserta Musda terhadap kapasitas keilmuan, pengalaman kepemimpinan, serta rekam jejak pengabdian Prof. Hannani di bidang pendidikan dan keagamaan.
Namun, perjalanan amanah Prof. Hannani pada hari itu belum berakhir.

Pada sore hingga malam hari, Konferensi Cabang X PCNU Kota Parepare berlangsung di Pondok Pesantren Zubdatul Asrar NU, Lappa Angin, Kota Parepare. Konfercab mengusung tema:
“Membangun Sinergi dan Kemandirian Jam’iyah.”

Melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), Prof. Dr. Kiai Hannani, M.Ag. kembali mendapat kepercayaan. Ia ditetapkan sebagai Rais Syuriyah PCNU Kota Parepare masa khidmat 2026–2030.

Sementara itu, forum Konfercab X menetapkan Sabuddin, S.Pd.I., M.Pd. sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Parepare masa khidmat 2026–2030.

Dengan demikian, pucuk kepemimpinan PCNU Kota Parepare untuk empat tahun ke depan dipercayakan kepada duet:
Rais Syuriyah: Prof. Dr. Kiai Hannani, M.Ag.

Ketua Tanfidziyah: Sabuddin, S.Pd.I., M.Pd. Peristiwa ini tergolong langka dan menarik. Pada pagi hari Prof. Hannani menerima amanah sebagai Ketua MUI, sedangkan pada malam harinya ia kembali dipercaya menjadi Rais Syuriyah PCNU Parepare.

Dua forum, dua mekanisme pemilihan, dua organisasi, tetapi bermuara pada satu nama. Musda MUI memilihnya secara aklamasi, sedangkan Konfercab PCNU menetapkannya melalui musyawarah para anggota AHWA.
Boleh jadi, peristiwa semacam ini jarang terjadi di Indonesia.

Meski belum ada pencatatan nasional yang dapat memastikan apakah ini merupakan kejadian pertama, momentum tersebut layak dicatat sebagai bagian penting dalam sejarah kehidupan keagamaan Kota Parepare.

Dua jabatan itu memiliki ruang pengabdian yang berbeda, tetapi saling menguatkan. Sebagai Ketua MUI, Prof. Hannani diharapkan mampu menjaga persatuan umat, memperkuat kerukunan, dan membangun sinergi antara ulama dengan pemerintah.

Sebagai Rais Syuriyah PCNU, ia memegang tanggung jawab menjaga arah keagamaan, tradisi, dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, sekaligus memberikan bimbingan kepada jajaran Tanfidziyah dalam menjalankan roda organisasi.

Adapun Sabuddin sebagai Ketua Tanfidziyah akan bertanggung jawab menjalankan program organisasi, memperkuat konsolidasi kepengurusan, menjaga aset NU, mengembangkan pesantren, serta mewujudkan kemandirian jam’iyah sebagaimana tema Konfercab ke 10 PCNU Parepare.

Terpilihnya Prof. Hannani dan Sabuddin diharapkan membuka babak baru bagi PCNU Kota Parepare. Kepemimpinan Syuriyah yang kuat secara keilmuan dan Tanfidziyah yang aktif dalam pengelolaan organisasi menjadi modal penting untuk memperluas khidmah NU kepada umat. (*)

Advertisement