
LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Salah satu Kepala Sekolah Dasar (Kepsek SD) di Kota Makassar mengungkapkan adanya permintaan oleh salah satu oknum Ormas pendukung pasangan Wali Kota dan Wali Kota Makassar.
Kepsek SD yang namanya enggan dipublikasikan kepada media mengungkapkan dirinya dimintai hingga Rp 15 juta rupiah.
“Ada oknum Timses ada id card wartawannya dan dia mengaku juga pendukungnya Wali Kota Makassar,” ujar Kepsek yang berdinas di Kecamatan Bontoala, Kota Makassar.
“Oknum yang mengaku wartawan itu datang sekitar bulan Desember 2025, Tahun lalu ke ruangan saya di sekolah. Dia juga mengaku Ormas pendukungnya Mulia,” katanya.
Kepsek yang berdinas di wilayah kecamatan Bontoala itu kepada oknum yang mengaku wartawan bahwa dirinya lebih memilih tidak diangkat menjadi kepala sekolah dengan harus membayar.
“Di bulan Desember [2025], Saya sampaikan ke yang bersangkutan saya katakan lebih baik, Saya memilih tidak menjadi kepala sekolah daripada harus membayar,” tutur kepala sekolah dasar ini mengisahkan.
Terpisah, Andi Suhaib, Kepala SMP Negeri 28 Makassar juga mengalami hal yang sama. Dirinya sempat dihubungi oknum yang mengaku tim sukses (Timses) Wali Kota Makassar.
“Sempat ada yang mengaku Timses wali kota menghubungi saya. Yang mengatakan nama saya tidak tercantum di dalam nama nama kepala sekolah yang akan dilantik, Saya bilang tidak ada masalah,” ungkap Suaib. Rabu (1/7).
Awak media juga menanyakan soal video viral yang menyebutkan adanya jual beli jabatan kepala sekolah yang nilainya capai Rp 30 juta. Yang disebut-sebut melibatkan Andi Taufiq Aris (ATA) yang saat ini menjabat dewan pengawas di PDAM Makassar.
Suaib lalu menyesalkan soal video viral pernyataan seorang kepala sekolah di Makassar yang mana menyebutkan adanya jual beli jabatan kepala sekolah.
“Tidak ada itu jual beli jabatan. Coba tanya semua kepala sekolah yang sudah dilantik. Apakah jabatan kepala sekolah yang saat ini mereka duduki hasil dari jual beli jabatan seperti disebutkan salah oknum kepsek,” ujar Kepala SMP Negeri 28 Makassar saat dikonfirmasi via WhatsApp miliknya.
“Demi Allah dan Rasul-Nya, Jabatan yang saya dapatkan ini murni. Tidak satu sen pun saya setor ke pihak yang disebutkan di dalam video viral itu,” kata Suaib. (LN)























