
LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Gedung sementara DPRD Sulawesi Selatan di Jalan AP Pettarani, Rabu (24/6) Jadi pusat aksi unjuk rasa soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto.
Aksi unjuk rasa itu diwarnai pro dan kontra terkait program tersebut. Sejumlah relawan dan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Makassar, Menggelar aksi serupa dengan menyuarakan dukungan agar Presiden Prabowo tetap melanjutkan program MBG.
Peserta membentangkan spanduk dukungan terhadap keberlanjutan program MBG program prioritas nasional pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka.
Salah satu peserta aksi, Mira, menegaskan bahwa penghentian program tersebut akan berdampak besar terhadap keberlangsungan ekonomi rumah tangga mereka.
“Kami menolak pembubaran atau penghentian Program MBG. Lewat program ini, kami bisa bekerja, menyekolahkan anak-anak, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Mira di tengah aksi.
Ia menambahkan, keberadaan dapur MBG telah membuka peluang kerja bagi banyak ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap.
Menurut para demonstran, program tersebut juga memberikan dampak sosial yang luas, termasuk meningkatkan kemandirian perempuan dan mengurangi beban ekonomi keluarga.
Mereka khawatir, jika program ini dihentikan, maka ribuan pekerja akan kehilangan mata pencaharian tanpa adanya alternatif pekerjaan yang jelas.
Selain itu, massa aksi juga mendesak DPRD Sulsel untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah pusat agar tidak mengambil kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat kecil.
Aksi tersebut berlangsung secara damai dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian yang berjaga di sekitar lokasi unjuk rasa.
Namun disisi lainnya ditempat yang sama koordinator aksi mahasiswa, Nurul Ikshani, mengatakan pemerintah melakukan evaluasi total terhadap Badan Gizi Nasional agar program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran. (*)























