Wadah Kreativitas Murah Meriah Warga Mojokerto, Skywalk Mojopahit Hadirkan Hiburan Karaoke

0
Img 20260604 Wa0051
Img 20260604 Wa0051

LEGIONNEWS.COM|MOJOKERTO, – Skywalk Mojopahit yang terletak di lantai atas sisi selatan Alun-alun Mojokerto, kini tampak hidup dan berwarna setiap harinya. Lokasi itu, berubah menjadi panggung seni terbuka bagi warga, lengkap dengan alunan musik dan nyanyian yang bergema setiap malam, kecuali hari Rabu yang ditetapkan sebagai hari istirahat.

Warga nampak berdatangan dengan penuh semangat, guna menikmati kuliner terlengkap di Kota Mojokerto beserta hiburan sederhana yang tersedia di tempat ini. Mereka bebas meminta lagu kesukaan, sekaligus tampil menyanyi di depan umum, sebagai sarana pelepas penat maupun bersenang-senang bersama teman dan kerabat dekat.

Di tengah meriahnya suasana itu, Ahmad Jaynal Abidin atau akrab disapa Bang Jay, tampak luwes berkeliling dan memandu jalannya hiburan musik tersebut. Ia bertindak selaku pembawa acara yang hadir khusus untuk menemani, menghibur, dan memanjakan siapa saja yang sedang berwisata kuliner di kawasan ikonik ini.

Advertisement

“Tugas saya sebagai pembawa acara ya hanya satu, yaitu supaya teman-teman yang datang makan atau duduk santai dapat menikmati kuliner disini makin betah dan gembira. Kami ingin suasana makan tersebut makin asik, akrab, dan berkesan di hati semua pengunjung,” tegas Bang Jay saat sedang memandu acara di lokasi.

Sebagai pembawa acara, ia memiliki niat sangat sederhana namun mulia, yakni menciptakan suasana persahabatan agar makan dan minum di tempat umum terasa hangat seperti di rumah sendiri. Ia pun mengatur giliran penyanyi, mengumumkan lagu permintaan, serta memastikan perangkat sound sistem berjalan baik, sehingga siapa saja bisa ikut bernyanyi atau sekedar menikmati alunan lagu.

“Saya hanya ingin teman-teman yang habis beli makanan atau minuman disini, bisa duduk santai sambil mendengarkan lagu favorit. Kalau ada yang berani tampil, silakan, saya akan pandu semuanya agar makin seru,” tambahnya dengan senyum ramah dan gaya pembawaan yang akrab.

Kegiatan ini berlangsung rutin mulai pukul 19.00 hingga malam tepat pukul 22.00 WIB, sebab suasana hangat dan akrab sangat terasa berkat panduan beliau. Dukungan luas, juga datang dari masyarakat yang memang gemar berwisata kuliner maupun sekedar berjalan-jalan menikmati indahnya suasana malam di pusat kota tersebut.

Di sisi panggung hiburan, terlihat sebuah kardus bekas bertuliskan pesan “Sawer Aku Ya!!” yang diletakkan secara terbuka. Itu, menjadi cara unik yang disampaikan pembawa acara untuk mengumpulkan sumbangan sukarela dari pengunjung sebagai wujud apresiasi atas penampilan yang disuguhkan.

Bang Jay selaku pembawa acara, menegaskan bahwa tidak ada paksaan sepeser pun terkait sumbangan tersebut, sebab dana itu murni sukarela dari rasa terima kasih atas hiburan yang didapat. Sistem ini, justru membangun rasa memiliki, mengingat pengunjung sadar bahwa kelangsungan musik disana juga bergantung pada dukungan mereka semua.

Fasilitas umum yang dibangun sebagai ruang terbuka publik tersebut, kini beralih fungsi menjadi wadah kreativitas dan seni masyarakat. Fenomena itu menjadi daya tarik utama, sehingga kawasan ini kian dikenal dan dikunjungi berkat aktivitas positif yang tumbuh subur disana.

Suara musik dan sapaan pembawa acara yang lantang terdengar setiap malam, menjadi penanda bahwa ruang publik itu benar-benar hidup dan bermanfaat. Sebagian besar warga merasa gembira dengan kehadiran hiburan ini, yang menjadikan kawasan alun-alun makin ramai dan menjadi kebanggaan bersama.

Penyelenggaraan hiburan musik tersebut, tumbuh secara mandiri atas inisiatif warga serta turut didukung oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopukmperindag). Semangat kemandirian dan kehadiran pembawa acara yang ramah itu, menjadi bukti nyata bahwa masyarakat mampu menciptakan suasana bahagia dan kekompakan dengan cara sederhana.

Pihak pengelola kawasan maupun pemerintah kota sangat mengapresiasi aktivitas yang makin disukai warga tersebut. Oleh sebab itu, kegiatan ini terus didukung keberadaannya sebagai wujud nyata pelayanan dan penyediaan ruang bagi ekspresi budaya warga.

Lebih dari sekedar hiburan, kehadiran musik dan keaktifan pembawa acara yang dikonsep itu ternyata memberikan dampak berantai yang sangat positif bagi perekonomian warga. Para pedagang makanan dan minuman mengakui bahwa rata-rata kunjungan pembeli menjadi lebih lama dibandingkan sebelum ada hiburan tersebut.

“Pengunjung tidak lagi terburu-buru pulang, melainkan duduk berkelompok menikmati hidangan sambil menyanyikan lagu-lagu kenangan maupun lagu populer yang dipandu beliau. Situasi itu, otomatis meningkatkan perputaran uang di kalangan pelaku usaha mikro yang berjejer rapi di sepanjang sisi Skywalk ini,” ujar seorang pedagang kuliner.

Dampak ekonomi yang menggembirakan tersebut, mulai dirasakan langsung oleh pedagang setempat. Sebab, kedatangan pengunjung yang meningkat, disinyalir makin mendongkrak omzet dagangan mereka. Dengan demikian, tercipta lingkaran ekonomi kecil yang saling menguntungkan antara pengunjung, pembawa acara hiburan, maupun pelaku usaha kuliner.

Warga pun berkomitmen menjaga kelestarian hiburan positif itu, agar tetap berlangsung nyaman dan bermanfaat bagi semua pihak. Keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan ketertiban bersama, menjadi tolak ukur utama agar kawasan ikonik ini senantiasa menjadi ruang bahagia bagi warga.

Pewarta : Agung Ch

Advertisement