Ide Pangdam XIV/HSN Rangkul Universitas di Sulsel Dinilai Jadi Gerakan Besar Ketahanan Sosial Nasional

0
FOTO: Mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Makassar saat melaksanakan giat kerja bhakti bersama personel Dandim 1406/Wajo. (Istimewa)
FOTO: Mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Makassar saat melaksanakan giat kerja bhakti bersama personel Dandim 1406/Wajo. (Istimewa)

LEGIONNEWS.COM – WAJO, Dandim 1406/Wajo, Harianto, mengapresiasi langkah dan inovasi Pangdam yang merangkul para rektor perguruan tinggi di Sulawesi Selatan dalam membangun sinergi antara TNI, kampus, dan masyarakat untuk mendukung percepatan pembangunan nasional.

Menurutnya, gagasan tersebut bukan sekadar program seremonial, melainkan sebuah konsep besar yang memiliki nilai strategis bagi masa depan bangsa, terutama dalam memperkuat ketahanan nasional berbasis kolaborasi sosial dan intelektual.

“Ide dan gagasan Bapak Pangdam yang merangkul seluruh lapisan masyarakat, khususnya para rektor universitas di Sulawesi Selatan, adalah inovasi yang sangat visioner. Ini bukan hanya pendekatan pembangunan biasa, tetapi dapat menjadi proyek ketahanan nasional karena menyatukan kekuatan intelektual kampus dengan kekuatan sosial masyarakat dan pengabdian TNI,” ujar Harianto.

Advertisement

Ia menilai, selama ini perguruan tinggi sering kali hanya dipandang sebagai pusat pendidikan formal. Padahal, kampus memiliki sumber daya intelektual, riset, dan energi generasi muda yang sangat besar untuk membantu negara menjawab berbagai persoalan sosial, ekonomi, hingga pembangunan di daerah.

Karena itu, langkah Pangdam membangun komunikasi aktif dengan para rektor dinilai sebagai ide brilian yang mampu membuka ruang kolaborasi lebih luas antara dunia akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat.

“Ini ide yang sangat brilian dari Bapak Pangdam. Beliau mampu melihat bahwa pembangunan bangsa tidak cukup hanya dengan kekuatan birokrasi, tetapi harus melibatkan kekuatan moral, intelektual, dan sosial secara bersamaan. Ketika kampus dirangkul dan mahasiswa diturunkan langsung ke masyarakat, maka akan lahir energi perubahan yang luar biasa,” katanya.

Menurut Harianto, keterlibatan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan pengabdian masyarakat dapat menjadi instrumen strategis dalam membantu percepatan pembangunan infrastruktur, edukasi sosial, penguatan ekonomi rakyat, hingga membangun kesadaran kebangsaan di tengah masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa konsep kolaborasi yang dibangun Pangdam memiliki dampak jangka panjang terhadap penguatan persatuan nasional. Sebab, sinergi antara TNI, perguruan tinggi, dan masyarakat akan melahirkan semangat gotong royong yang menjadi fondasi utama bangsa Indonesia.

“Ketahanan nasional bukan hanya soal pertahanan militer, tetapi juga bagaimana negara mampu membangun kekuatan sosial, pendidikan, dan kebersamaan rakyatnya. Saya melihat gagasan Pangdam ini mengarah ke sana, membangun ketahanan bangsa dari bawah dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dandim Wajo berharap pola kolaborasi tersebut dapat menjadi model pembangunan nasional yang diterapkan secara berkelanjutan, khususnya di daerah-daerah yang membutuhkan percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Ia menilai, apabila sinergi antara TNI dan perguruan tinggi terus diperkuat, maka pembangunan tidak hanya berjalan lebih cepat, tetapi juga melahirkan generasi muda yang memiliki kepedulian sosial, semangat pengabdian, dan komitmen kebangsaan yang kuat. (*)

Advertisement