
LEGIONNEWS.COM – NASIONAL, Nama Thomas Lembong tiba-tiba mencuat saat debat ketiga cawapres yang digelar KPU di Jakarta Convention Center, Minggu (21/1) malam.
Untuk diketahui Tom sapaan lain dari Thomas Lembong selamanya ini menjadi penyusun pidato Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Selain itu Tom pernah dipercayakan sebagai menteri perdagangan pada tahun 2015-2016 silam. Kemudian dia kembali dipercaya masuk kabinet dengan menjabat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2016-2019, yang kini berganti nama menjadi Kementerian Investasi.
Saat ini Thomas Lembong lebih memilih menjadi Tim sukses calon presiden Anies Baswedan dan cawapres Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Bermula Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka menyinggung nama timses nomor 1 Thomas Lembong dalam Debat Cawapres pada Minggu (21/1).
Awalnya, ia mengangkat isu Lithium Ferro Phosphate (LFP) saat bertanya ke cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Gibran mengatakan tim sukses paslon nomor urut 1 sering bicara soal LFP. Dia bertanya apakah paslon nomor 1 antinikel.
“Paslon nomor 1 dan timsesnya sering gaungkan LFP, lithium ferro phosphate. Saya enggak tahu ini pasangan nomor 1 ini antinikel apa gimana,” kata Gibran di Debat Cawapres Minggu (21/1).
Lalu moderator debat meminta agar Gibran menjelaskan maksud LFP. Gibran pun menjelaskan.
“Saya jelaskan juga engak apa apa. LFP, lithium ferro phosphate tadi itu sudah saya bilang, itu sering digaungkan pak Tom Lembong,” tutur Gibran.
Siapa Thomas Lembong alias Tom?
Tom, sapaan akrabnya, lahir pada 4 Maret 1971. Ia meraih gelar sarjananya di Universitas Harvard pada 1994 dengan gelar Bachelor of Arts di bidang arsitektur dan tata kelola.
Setelah lulus, ia bekerja di Divisi Ekuitas Morgan Stanley di New York dan Singapura pada 1995. Ia kemudian menjadi bankir investasi di Deutsche Securities Indonesia pada 1999-2000.
Karir Tom cemerlang. Tom pernah bekerja di Deutsche Bank di Jakarta periode 1998-1999. Di bank itu, ia bertugas mengerjakan rekapitalisasi dan merger Bank Bumi Daya, Bank Eksim, Bank Dagang Negara dan Bank Bapindo menjadi Bank Mandiri.
Ia pun sempat menjadi Senior Vice President dan Kepala Divisi penanggung jawab restrukturisasi dan penyelesaian kewajiban Salim Group kepada negara akibat Bank BCA runtuh pada krisis moneter 1998.
Ia juga pernah dipercaya sebagai kepala divisi dan wakil presiden senior di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) periode 2000-2002.
Kala itu, BPPN berada di bawah Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI), yang bertugas untuk merekapitalisasi dan merestrukturisasi sektor perbankan Indonesia usai mengalami krisis keuangan pada 1998.
Setelah itu, Tom pindah ke Farindo Investments pada 2002-2005.
Ia merupakan salah satu pendiri, juga Chief Executive Officer dan Managing Partner di Quvat Management. Ini adalah perusahaan dana ekuitas swasta yang didirikan pada 2006.
Tom juga tercatat sebagai presiden komisaris di PT Graha Layar Prima atau Blitz Megaplex pada 2012-2014.
Seperti kata Anies, Tom Lembong merupakan mantan ‘pembantu’ Jokowi di kabinet. Tak cuma itu, ia juga menulis beberapa pidato Jokowi.
Ia terjun ke dunia politik pada 2013 sebagai penasihat ekonomi dan penulis pidato untuk Gubernur DKI Jakarta kala itu, Jokowi. Peran ini diteruskan sepanjang masa jabatan pertama Jokowi sebagai Presiden.
Tom adalah orang di balik layar yang menulis beberapa pidato Jokowi yang paling ikonik. Salah satunya adalah pidato “Game of Thrones” yang dibacakan Jokowi pada pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali pada 2018.
Ia juga menjadi penyusun pidato “Thanos” yang dibacakan Jokowi di Forum Ekonomi Dunia. Saat ini, Tom bertugas di Dewan Penasihat Internasional Institut Kajian Strategis Internasional (IISS) di London dan Dewan Penasihat Internasional Plastic Omnium, perusahaan komponen otomotif di Perancis. (**)
























