
LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Di tengah meningkatnya krisis iklim global, urgensi penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) menjadi semakin krusial. SDGs tidak hanya berfokus pada isu lingkungan, tetapi juga mencakup berbagai aspek kehidupan yang saling terhubung, mulai dari kesejahteraan sosial hingga pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Keseluruhan tujuan ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam pembangunan berkelanjutan.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Sosialisasi SDGs Unhas 2026 dalam rangka Peningkatan Pemahaman dan Implementasi Pembangunan Berkelanjutan di Ruang Senat Gedung Rektorat Unhas, Selasa (28/4).
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D,. Sp.BM(K), mengungkapkan komtimen Unhas dalam berkelanjutan ini menjadi fokus dalam berbagai sektor yang kita benahi bersama.
“Unhas terus berupaya mengintegrasikan prinsip-prinsip SDGs dalam kebijakan akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab institusi pendidikan tinggi dalam menjawab tantangan global,” ungkap Prof Ruslin.
Kepala Pusat SDGs Unhas, Prof. Dr. Eng. Amiruddin, M.Si menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah melalui integrasi SDGs.
“Unhas menghadirkan berbagai layanan yang berorientasi pada keberlanjutan, termasuk inisiatif yang mendukung efisiensi sumber daya dan ketahanan pangan sebagai bagian dari implementasi SDGs di lingkungan kampus,” jelasnya.
Dari perspektif nasional, Manager Pilar Pembangunan Lingkungan Sekretariat Nasional SDGs Kementerian PPN/Bappenas, Rachman Kurniawan, menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam implementasi SDGs.
“Implementasi SDGs tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi multipihak melalui empat platform utama, yaitu pemerintah, akademisi, sektor swasta, serta masyarakat sipil dan media,” ujarnya.
Pendekatan yang digunakan harus berbasis riset dan inovasi, tidak hanya untuk meningkatkan ketersediaan pangan, tetapi juga mendorong ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
Sementara itu, Koordinator Tim Ahli Sekretariat Nasional SDGs Kementerian PPN/Bappenas, Arifin Rudiyanto, menyoroti peran penting perguruan tinggi dalam akselerasi pencapaian SDGs.
“Perguruan tinggi berfungsi sebagai pusat pengetahuan dan inovasi yang mampu menghasilkan solusi konkret terhadap berbagai isu pembangunan berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh dalam tata kelola dan budaya yang berkelanjutan,” jelasnya.
SDGs hadir membantu meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan global, menyediakan kerangka kerja yang komprehensif, serta membuka peluang kolaborasi dan pendanaan inovatif bagi perguruan tinggi.
Melalui kegiatan ini, Unhas tidak hanya memperkuat pemahaman sivitas akademika terhadap SDGs, tetapi juga melanjutkannya dengan diskusi yang menghasilkan rumusan konkret sebagai dasar tindak lanjut implementasi. Hasil diskusi tersebut menekankan pentingnya langkah strategis, di antaranya penyusunan rencana aksi implementasi SDGs di tingkat fakultas, penguatan integrasi SDGs dalam kurikulum Mata Kuliah Umum dan riset, serta peningkatan kolaborasi lintas sektor secara lebih terstruktur.
Langkah ini menegaskan posisi Unhas sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya responsif terhadap isu global, tetapi juga proaktif dalam membenahi setiap sektor secara sistematis dan terarah guna mewujudkan ekosistem kampus yang berkelanjutan, inklusif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. (*/aya)
























