Terkait Polling Politik di Medsos, ini Kata Salah Satu Caleg Dapil Makassar 2

0
FOTO: Budiawan Tahyar, Pemerhati Survei Politik
FOTO: Budiawan Tahyar, Pemerhati Survei Politik

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Beredar polling calon anggota DPRD kota Makassar Daerah Pemilihan (Dapil) Makassar 2 yang dilakukan secara internal, namun menuai kritik dari salah satu calon. Hal ini mendapat reaksi juga dari calon legislatif lainnya yang tidak ingin disebut namanya.

Saat dihubungi wartawan Senin (20/11/2023), calon tersebut mengemukakan bahwa polling itu ia dapatkan dari kiriman grup WhatsApp, selaras dengan itu ada pihak yang tidak menerima karena redaksi nama calon tidak sesuai dengan nama yang diajukan ke KPU.

Merespon polemik tersebut, salah satu pemerhati survei politik Budiawan Tahyar mengemukakan bahwa polling yang dibuat secara internal itu hanya untuk mengukur sejauh mana tingkat keterkenalan calon.

Advertisement

“Siapa saja bisa melakukan hal yang sama karena hanya berupa aplikasi yang mudah di dapatkan di media sosial, Akan tetapi polling itu tidak menjamin keterpilihan seseorang dalam kontestasi karena semua calon harus turun ke lapangan untuk bersosialisasi,” kata pemerhati survei politik itu.

“Hal ini juga bukan suatu masalah yang perlu diperpanjang, ini hanya bagian dari skema dan strategi bagaimana mengukur tingkat elektoral karena semua calon sudah memiliki basis pemilih masing-masing,” ucapnya.

Olehnya itu, apa yang tertera dalam sebuah polling politik di sosial media hanyalah bagian dari cara untuk memperkenalkan figur, nomor urut dan partai kalau misalnya terdapat nama yang tidak sesuai hanya karena gelarnya tidak lengkap maka kekeliruan itu bukanlah masalah yang mesti diperdebatkan sebab yang disosialisasikan adalah Nomor Urut figur dan Partai.

“Adapun dengan polemik yang terjadi ini saya menyarankan kepada KPU kiranya sebelum surat suara dicetak agar mengoreksi nama-nama dari setiap calon yang sesuai dengan kelengkapan administrasi yang telah disetor ke KPU,” tutup Budi. (LN)

Advertisement