JAKARTA – Relawan Pemenangan Prabowo-Gibran (LOGIS 08) menyatakan dukungan penuh kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mengusut secara menyeluruh setiap dugaan praktik jual beli dapur maupun penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut LOGIS 08, program strategis Presiden Prabowo Subianto tersebut harus dijaga dari segala bentuk penyimpangan yang berpotensi merusak kepercayaan masyarakat.
Ketua Umum LOGIS 08, Anshar ILO, menegaskan bahwa Program MBG merupakan salah satu kebijakan prioritas nasional yang menyangkut kepentingan jutaan anak Indonesia. Oleh karena itu, seluruh proses pelaksanaannya harus menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, profesionalisme, serta bebas dari praktik-praktik yang dapat mencederai tujuan mulia program tersebut.
“Program Makan Bergizi Gratis adalah program strategis Presiden yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Jangan sampai cita-cita besar tersebut dirusak oleh oknum yang memanfaatkan program ini untuk kepentingan pribadi. Apabila terdapat dugaan penyimpangan, termasuk dugaan praktik jual beli dapur, maka harus diusut secara terbuka, profesional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Anshar dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
Menurut Mantan Waketum KNPI itu, langkah Kepala BGN dalam memperkuat tata kelola dan melakukan evaluasi terhadap seluruh mitra pelaksana merupakan bagian dari upaya menjaga integritas Program MBG agar benar-benar berjalan sesuai visi Presiden Prabowo dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.
LOGIS 08 menilai bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari luasnya jangkauan penerima manfaat, tetapi juga dari integritas sistem pengelolaannya. Karena itu, setiap laporan, informasi, maupun dugaan penyimpangan perlu ditindaklanjuti melalui mekanisme pemeriksaan yang objektif dan berdasarkan bukti.
“Jangan beri ruang kepada siapa pun yang mencoba mengambil keuntungan dari program rakyat. Jika memang ditemukan pelanggaran setelah melalui proses pemeriksaan, maka harus diberikan tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku. Namun seluruh proses juga harus menjunjung asas praduga tak bersalah dan dilakukan berdasarkan fakta, bukan opini atau asumsi,” tegasnya.
Lebih lanjut, LOGIS 08 mengajak seluruh pihak, termasuk mitra penyedia, pemerintah daerah, masyarakat, dan aparat pengawas, untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan Program MBG agar tetap bersih, transparan, dan tepat sasaran.
Menurut Anshar, pengawasan publik merupakan bagian penting dalam memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia berharap seluruh pihak mendukung langkah-langkah perbaikan tata kelola yang dilakukan BGN demi menjaga kredibilitas salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo.
“Jangan sampai ada pihak yang mencederai kepercayaan rakyat terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Program ini adalah investasi negara untuk membangun generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas. Karena itu, setiap dugaan penyimpangan harus ditangani secara serius agar tujuan besar Presiden dapat terwujud secara optimal,” tutup Anshar.
























