Pengamat Sebut Ormas Wajib Terlibat dalam Pembahasan RUU PIP

Advertisement

MAKASSAR||Legion News – Dalam diskusi yang digelar kelompok pemuda di sulsel mengangkat tema tentang Pro kontra RUU PIP , berlangsung di warkop Alira makassar, Selasa 19/08/2020

Dalam Diskusi yang berkembang tersebut Ketua Garda Nusantara Sulawesi Selatan Arianto Burhan Makka menegaskan penolakannya terhadap rancanganundang-undang (RUU) Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) karna dianggap tetap mengaburkan nilai nilai pancasila.

Dalam RUU PIP tercantum sejumlah pasal yang isinya berpotensi merubah dasar negara yakni Pancasila. ujar Arianto Burhan Makka saat menjadi pembicara pada dialog kebangsaan yang digelar di Warkop Alira Topaz Panakkukang Makassar, Rabu (20/8).

Advertisement

Menurut Arianto, tidak boleh ada toleransi pada sesuatu yang berbau PKI. “Perjuangan untuk menolak PKI tak boleh berhenti, sebab mereka terus mencoba melakukan penyusupan”tegas wakil ketua KADIN Sulsel ini.

Sementara itu, Tokoh Agama Sulsel, Dr Abdul Wahid mengemukakan bila saat perjuangan para ulama banyak berkorban untuk membangun Indonesia hingga penetapan dasar negara.

Pancasila itu sudah final, tak ada kelompok yang ingin merubah dasar negara. “Yakinlah, tak ada satupun orang Islam yang ingin merubah Pancasila”jelas Abdul Wahid.

Ditegaskan bilamana Pancasila bubar, maka yakinlah kita akan hancur berkeping – keping, baik sebagai bangsa maupun sebagai warga negara,

Akademisi UIN Alauddin Makassar ini juga menambahkan bahwa banyak yang perlu di diskusikan sebelum RUU Ini disahkan, sebaiknya Tim Perumus terutama BPIP membuka ruang diskusi sebelum RUU ini disahkan menjadi Undang Undang.

Pengamat politik Arqam Azikin juga punya tanggapan serupa terkait RUU PIP. Menurut Arqam, PKI telah melakukan penetrasi di militer apalagi sipil. maka yang pertama yang harus dilakukan yakni perubahan dasar negara atau ideologi negara.

“Jadi RUU tersebut berbahaya jika bisa merubah dasar negara”jelas Arqam. “Kami juga menantang para penginisiatif PIP untuk berdiskusi soal Pancasila di Makasar”tantang Arqam.(anas)

Advertisement