Nasib TMII, Apakah Akan Jadi Taman Kapitalisasi atau Liberalisasi?

80
Foto Keong  Mas Ikon TMII Jakarta

SOROTAN||Legion-news.com Taman Mini Indonesia atau TMII digagas oleh Ibu Tien Soeharto kerena terinspirasi dari Disneyland. TMII diresmikan pada tahun 1975.

Dari sejak diresmikan hingga tahun 2021, TMII yang pengelolaanya dikelola oleh Yayasan Harapan Kita.

Tujuan Tien Soeharto membangun taman dengan spirit ke-Indonesiaan adalah untuk memberikan pengetahuan dan pengertian yang lebih baik kepada bangsa lain tentang Indonesia dan memupuk rasa bangga untuk rakyat Indonesia.

Akan tetapi, keinginan Tien Soeharto ini mendapat protes dari mahasiswa saat itu. Protes tersebut terjadi sejak Tien Soeharto mengumumkan anggaran yang diperlukan untuk membangun TMII mencapai 10,5 M.

Walaupun mendapat protes dari mahasiswa, pembangunan TMII terus dikebut. Sampai pada akhirnya TMII diresmikan pada 20 April 1975. Sejak diresmikan, TMII dikelola oleh Yayasan Harapan Kita yang dipimpin oleh keluarga cendana.

Namun, pada 7 April 2021 TMII resmi diakuisisi menjadi aset negara dan akan dikelola oleh negara.

Berapa biaya pengelolaan Per bulan 4 milyar TMII? Konon 28 April ini, TMII harus bayar, Diantaranya listrik dan tenaga kerja. Perpres yan digunakan untuk over handle TMII tidak bisa dijadikan landasan untuk menarik dana APBN.

Pengambil Alihan TMII adalah upaya untuk perbaikan, atau menjadi liberalisasi, ataupun kapitalisasi TMII, ini perlu dipertanyakan oleh masyarakat.

Konsekwensi TMII menjadi BUMN, artinya berhak menarik investor asing, yang akhirnya merusak keanekaragaman nasional yang ada di TMII.

Artinya, bisa saja investor asing membuat miniatur anjungan Eskimo, Indian, atau apapun budaya-v asing di TMII.

Saat ini tiket TMII hanya Rp20.000, lebih muroah dari tiket masuk bioskop, karena tujuannya tidak hanya wisata namun ada edukasi keberagaman Indonesia

Lalu apakah kemudian jika dikelola investor asing tiket masuk bisa Rp20 ribu saja? Ini yang kami khawatirkNamun, pada 7 April 2021 TMII resmi diakuisisi menjadi aset negara dan akan dikelola oleh negara., (13/4)

Ide besar memperkenalkan keberagaman pada anak dan generasi muda, musnah. Dufan saja tiket masuknya Rp250.000 per orang, dikelola BUMD

Jangan-jangan tiket untuk masuk TMII nantinya di kisaran Rp300.000 per orang.

Hal ini perlu diawasi masyarakat, bagaimana pemerintah yang mengembar-gemborkan ke-Bhinekaan, bernarasi paling Pancasilais, tetap menjaga TMII menjadi lebih baik, bukan untuk komersial seperti DisneyLand dan sebagainya. (Rds)