
LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, H. Makmur Idrus, Sesepuh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Selatan merasa prihatin dengan apa yang dialami Yaqut Cholil Qoumas.
Yaqut Qoumas adalah mantan Ketua Umum (Ketum) GP Ansor, di era pemerintahan Presiden Joko Widodo ia dipercaya sebagai Menteri Agama RI.
Yaqut terjerat kasus dugaan korupsi di Kementerian Agama RI, dalam kouta haji. Dalam kasus itu kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp1 triliun lebih.
“Tentunya kami menyatakan keprihatinan mendalam, sekaligus mengingatkan seluruh kader agar tetap menjaga etika dan nilai dasar organisasi,” ujar sesepuh GP Ansor Sulawesi Selatan (Sulsel) ini. Jum’at (9/1/2026).
Sebagai senior GP Ansor Sulsel, Makmur Idrus menegaskan bahwa proses hukum harus dihormati sepenuhnya.
“Ansor sejak lahir dididik untuk taat hukum dan menjunjung tinggi akhlak. Ketika ada kader apalagi tokoh nasional berhadapan dengan hukum, sikap kita jelas, hormati prosesnya dan jangan mengintervensi,” ujarnya di Makassar.
Ia menambahkan, kasus ini tidak boleh digeneralisasi sebagai wajah organisasi. “Ansor” itu lebih besar dari individu. Satu orang jatuh tidak berarti nilai-nilai Ansor ikut tumbang.
Justru ini momentum refleksi kekuasaan tanpa integritas ibarat motor tanpa rem cepat, tapi berbahaya,” katanya dengan nada serius namun lugas.
H. Makmur Idrus juga mengimbau kader muda agar tidak larut dalam pembelaan emosional. “Solidaritas organisasi bukan berarti menutup mata. Kader Ansor harus dewasa: setia pada nilai, bukan pada kesalahan,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama agar kader Ansor, khususnya di Sulawesi Selatan, semakin disiplin menjaga amanah publik.
“Jabatan itu titipan. Kalau lupa, hukum biasanya rajin mengingatkan,” pungkasnya. (*)
























