Logis 08: Bukti Nyata Kerja Cerdas Presiden Prabowo, Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,61 Persen

0
Ket: Foto Klose Presiden RI dan Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo (**)
Ket: Foto Klose Presiden RI dan Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo (**)

JAKARTA –  Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo, menyebut capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen menjadi bukti nyata efektivitas kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas nasional di tengah tekanan ekonomi global.

Menurut Anshar, capaian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia mampu bertahan bahkan melampaui sejumlah negara mitra dagang utama di tengah ketidakpastian ekonomi dunia akibat konflik geopolitik, perlambatan global, hingga tekanan rantai pasok internasional.

“Sementara itu, Indonesia tumbuh 5,61 persen, mengalahkan hampir semua mitra dagang utamanya. Ini bukan keberuntungan. Ini adalah hasil dari kebijakan yang menjaga stabilitas di dalam negeri ketika gejolak datang dari luar,” ujar Anshar Ilo dalam keterangannya, Kamis (07/05).

Advertisement

Ia menilai kepemimpinan Presiden Prabowo bersama jajaran kabinet berhasil menghadirkan kebijakan yang tidak hanya menjaga daya tahan ekonomi nasional, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan sektor riil di tengah situasi global yang penuh tekanan.

“Kepemimpinan Pak Prabowo dengan seluruh timnya layak mendapatkan dukungan. Pengawasan tetap harus dilakukan agar momentum pertumbuhan ini bisa terus kita jaga bersama,” lanjutnya.

Anshar juga menyinggung kontribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, program unggulan Presiden Prabowo tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga memberikan efek berantai terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.

Ia menyebut Badan Pusat Statistik (BPS) secara eksplisit menempatkan perluasan cakupan program MBG sebagai salah satu faktor pendorong pertumbuhan sektor akomodasi serta makan dan minum.

“Program MBG bukan sekadar program sosial. Ini adalah instrumen ekonomi kerakyatan yang menghidupkan rantai pasok pangan, UMKM, petani, nelayan, hingga sektor jasa makanan dan minuman,” katanya.

Logis 08 menilai keberhasilan menjaga pertumbuhan ekonomi di atas lima persen di tengah dinamika global menjadi sinyal positif bagi stabilitas investasi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan daya beli masyarakat. (**)

Advertisement