Kunjungan Tim Indihome Mojokerto Sambut Hari Pelanggan Nasional, Konsumen Sampaikan Saran Penting Kesejahteraan Teknisi

0
Img 20260904 Wa0086
Img 20260904 Wa0086

LEGIONNEWS.COM|MOJOKERTO, — Jumat, 4 September 2026, menjadi momen istimewa bagi layanan telekomunikasi di wilayah Kabupaten Mojokerto yang bertepatan dengan peringatan Hari Pelanggan Nasional . Di bawah tema “Senyum Pelanggan, Senyumku Juga”, semangat melayani dengan sepenuh hati terasa nyata saat tim Indihome hadir langsung ke rumah pelanggan. Fafan Wahyudi, Koordinator Teknisi Indihome Mojokerto, bersama teknisi Faris Irwansyah, sengaja mendatangi kediaman Agung Chornelis di Dusun Bagusan, Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, untuk menjalin silaturahmi sekaligus mendengarkan langsung suara pelanggan.

Kedatangan ke-2 perwakilan Indihome itu, bukan tanpa alasan. Di hari yang diperingati oleh bangsa Indonesia sebagai Hari Pelanggan Nasional, tim manajemen dan teknisi menyadari bahwa pelayanan terbaik lahir dari kedekatan dengan pelanggan. Fafan Wahyudi menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya nyata untuk tidak hanya mengandalkan laporan dari kantor, tetapi benar-benar mendengar langsung pengalaman pengguna di lokasi. “Kami ingin tahu apa yang dirasakan pelanggan, apa yang sudah baik, dan mana yang masih perlu kami perbaiki,” ujar Fafan dengan ramah.

Suasana hangat menyambut kedatangan tim Indihome di rumah Agung Ch. Sebagai pelanggan WiFi Indihome, Agung menyambut baik inisiatif yang dinilai sangat positif dan jarang dilakukan penyedia layanan lain. Di tengah perbincangan yang akrab, Agung menyampaikan apresiasinya atas kesediaan teknisi yang sigap, namun ia juga memberikan masukan yang konstruktif dan mendalam. Menurutnya, kecepatan penanganan gangguan sangat bergantung pada kesejahteraan para teknisi yang menjadi ujung tombak pelayanan di lapangan.

Advertisement

Masukan yang disampaikannya menjadi sorotan penting bagi tim Indihome yang hadir. Ia menegaskan bahwa jika para teknisi merasa sejahtera dan didukung dengan baik oleh perusahaan, maka mereka akan lebih semangat, responsif, dan mampu menerapkan prinsip “jemput bola” saat pelanggan membutuhkan bantuan. Hal ini tentu berdampak langsung pada berkurangnya waktu tunggu pelanggan yang sedang mengalami gangguan. Fafan Wahyudi nampak mencatat setiap masukan tersebut dengan saksama, menyadari bahwa pelanggan yang peduli adalah mitra terbaik dalam peningkatan kualitas layanan.

Faris Irwansyah, teknisi yang mendampingi kunjungan tersebut, mengaku terharu mendengar perhatian pelanggan terhadap nasib para teknisi. “Biasanya kami yang berusaha memperhatikan kepuasan pelanggan. Namun hari ini, justru Bapak Agung yang ingin memperhatikan kesejahteraan kami. Ini menjadi penyemangat luar biasa bagi kami semua,” ungkap Faris. Momen ini membuktikan bahwa hubungan antara penyedia layanan dan pelanggan tidak hanya soal transaksi, melainkan juga rasa saling menghargai dan memahami satu sama lain.

Hari Pelanggan Nasional yang jatuh setiap 4 September, memang dirancang untuk mengingatkan dunia usaha bahwa pelanggan bukan sekedar pembeli, melainkan mitra yang turut membentuk kemajuan perusahaan. Semangat itu terwujud nyata di Dusun Bagusan, dimana dialog terbuka terjalin tanpa sekat antara penyedia layanan dan pengguna. Agung pun menyadari bahwa kualitas layanan yang handal, tidak bisa lepas dari kesejahteraan orang-orang yang bekerja di garis depan, dan hal itu perlu mendapat perhatian serius dari manajemen.

Fafan Wahyudi selaku Koordinator Teknisi menyambut baik saran tersebut dan berjanji akan menyampaikannya kepada pihak manajemen terkait. “Saran ini sangat berharga. Kami menyadari bahwa teknisi yang sejahtera akan bekerja dengan lebih hati-hati, lebih cepat, dan lebih ramah kepada pelanggan. Ini akan kami jadikan bahan evaluasi penting demi peningkatan mutu layanan kami ke depan,” tegas Fafan. Sikap terbuka ini menunjukkan bahwa Indihome serius mendengarkan setiap suara pelanggan, bukan hanya saat perayaan hari pelanggan, melainkan sebagai budaya kerja sehari-hari.

Agung juga membagikan pengalamannya selama menggunakan layanan Indihome di rumahnya. Ia mengapresiasi kestabilan sinyal yang selama ini dinikmati, terutama saat bekerja maupun belajar dari rumah. “Secara umum layanan sudah sangat membantu kebutuhan keluarga saya. Itulah sebabnya saya ingin layanan ini semakin baik dan semakin cepat saat ada kendala,” ungkapnya dengan tulus. Kepuasan yang dirasakan pelanggan menjadi bukti bahwa investasi pada kualitas jaringan dan pelayanan memang sudah berada di jalur yang tepat.

Pertemuan singkat itu berlangsung penuh kehangatan dan saling menghargai. Tidak ada kesan kunjungan formalitas belaka; justru terbangun kesepahaman bahwa tujuan pelanggan dan penyedia layanan adalah sama, yaitu kenyamanan dan keandalan akses internet. Fafan dan Faris berterima kasih kepada Agung atas waktu dan kejujurannya dalam menyampaikan masukan. Bagi mereka, kembali ke pelanggan dan mendengarkan langsung aspirasi adalah cara terbaik merayakan Hari Pelanggan Nasional.

Langkah yang diambil tim Indihome Mojokerto ini sejalan dengan semangat Hari Pelanggan Nasional yang mengajak setiap perusahaan untuk semakin dekat dengan pelanggannya . Di tengah kemajuan teknologi yang memudahkan komunikasi jarak jauh, kehadiran fisik tim teknisi di rumah pelanggan justru memberikan nilai tambah yang tak tergantikan. Pelanggan merasa dihargai, didengar, dan dianggap sebagai bagian penting dari kemajuan layanan.

Saran Agung Chornelis tentang kesejahteraan teknisi juga menjadi pengingat bahwa di balik layar jaringan yang lancar, ada orang-orang yang bekerja keras menjaga kualitas layanan tersebut. Memastikan mereka mendapatkan perhatian yang layak adalah investasi jangka panjang demi kepuasan seluruh pelanggan. Prinsip ini selaras dengan tema Hari Pelanggan Nasional 2026: “Senyum Pelanggan, Senyumku Juga”, kebahagiaan pelanggan dan kebahagiaan pemberi layanan saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan .

Agung berharap masukan yang disampaikannya dapat bermanfaat bagi peningkatan layanan bagi semua pelanggan di wilayah Mojokerto pada khususnya, dan pengguna Indihome secara umum. Ia percaya bahwa jika para teknisi merasa dihargai dan sejahtera, semangat mereka dalam melayani pelanggan akan terpancar dalam setiap penanganan gangguan, sehingga pelanggan pun merasa lebih dihargai dan dilayani dengan sepenuh hati.

Fafan Wahyudi menutup pertemuan itu dengan menyampaikan apresiasi mendalam kepada Agung Chornelis. “Masukan seperti inilah yang menjadi bekal kami untuk terus tumbuh dan lebih baik lagi. Terima kasih atas kepercayaan dan kepedulian Bapak Agung terhadap kami dan terhadap kualitas layanan ini. Kami berkomitmen untuk menjadikan suara pelanggan sebagai arah utama perbaikan kami,” ujar Fafan sebelum berpamitan, meninggalkan kesan positif bagi seluruh keluarga Agung.

Kisah kehangatan di Dusun Bagusan ini menjadi contoh nyata bagaimana peringatan Hari Pelanggan Nasional dapat bermakna lebih dari sekadar seremonial atau program promosi semata . Ketika penyedia layanan hadir mendengar langsung, dan pelanggan berani menyampaikan harapan yang membangun, lahirlah sinergi yang saling menguatkan. Inilah esensi nyata dari hubungan harmonis antara penyedia jasa dan pelanggan yang dibangun di atas kepercayaan dan keterbukaan.

Dengan berakhirnya kunjungan tersebut, harapan baru tumbuh di hati semua pihak. Bagi Agung Chornelis, berharap layanan semakin cepat tanggap dan memanusiakan para teknisi; bagi Fafan dan Faris, semakin termotivasi untuk melayani lebih baik serta menyampaikan aspirasi pelanggan kepada pihak manajemen. Hari Pelanggan Nasional 2026 ini bukan sekadar peringatan tanggalan, melainkan titik awal perbaikan berkelanjutan yang lahir dari dialog tulus antara pelanggan yang peduli dan tim yang ingin melayani dengan sepenuh hati.

Pewarta: tim

Advertisement