Konsolidasi Internal Pelantikan Pengurus Ranting PDI Perjuangan Mojoanyar dan Dlanggu, Langkah Kokoh Menuju Pengabdian 2026-2031

0
Img 20260907 Wa0017 1
Img 20260907 Wa0017 1

LEGIONNEWS.COM|MOJOKERTO, – Pada Minggu, 6 September 2026, suasana di kediaman Debra Septia Eka Haris Putry, Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto yang berlokasi di Desa Kepuhanyar, berubah menjadi pusat semangat dan harapan baru bagi kader PDI Perjuangan. Ditempat tersebut, DPC PDI-P Kabupaten Mojokerto secara resmi menggelar kegiatan konsolidasi internal partai sekaligus pelantikan pengurus Ranting se-Kecamatan Mojoanyar dan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini bukan sekedar seremonial belaka, melainkan momen strategis yang menandai dimulainya babak baru penguatan struktur partai di tingkat akar rumput, sebagai pondasi utama dalam menjalankan roda organisasi selama masa bakti 2026–2031.

Konsolidasi internal yang menjadi bagian tak terpisahkan dari acara itu, menjadi wadah vital bagi para kader untuk menyatukan visi, misi, dan langkah ke depan. Di tengah suasana yang penuh kekeluargaan namun tetap tegas, seluruh peserta yang hadir menyadari bahwa kekuatan partai tidak hanya terletak pada struktur, melainkan pada kesatuan hati dan tekad setiap anggotanya. Melalui diskusi, tukar pikiran, dan penyelarasan arah kebijakan, kegiatan tersebut bertujuan menghapuskan sekat-sekat perbedaan pandangan demi terciptanya soliditas yang kokoh, sebuah prasyarat mutlak dalam menghadapi dinamika politik dan tantangan pembangunan di daerah ke depannya.

Suasana Konsilidasi PDI Perjuangan dalam acara Pelantikan Pengurus Ranting se-Kecamatan Mojoanyar dan Dlanggu pada Minggu, 6 September 2026 (foto : Agung Ch)
Suasana Konsilidasi PDI Perjuangan dalam acara Pelantikan Pengurus Ranting se-Kecamatan Mojoanyar dan Dlanggu pada Minggu, 6 September 2026 (foto : Agung Ch)

Puncak acara ditandai dengan pengucapan sumpah janji jabatan yang dilakukan secara khidmat dan penuh penghayatan oleh para pengurus ranting yang baru dikukuhkan. Dengan mengawali kalimat “Demi Allah, saya bersumpah”, setiap kader mengikuti arahan, menyatakan kesetiaan tertinggi yang tak dapat diganggu gugat. Sumpah ini bukan sekedar rangkaian kata-kata yang diucapkan di hadapan hadirin, melainkan ikrar suci yang mengikat secara moral dan spiritual, menjadi kompas yang akan menuntun setiap langkah pengurus dalam menjalankan amanah yang dipercayakan kepadanya selama lima tahun ke depan.

Advertisement

Dalam butir pertama sumpah janji, para pengurus berikrar untuk setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Hal itu, menegaskan bahwa PDI Perjuangan di tingkat ranting sekalipun, tetap berdiri tegak di atas pondasi negara yang sah, menjadikan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pedoman dalam setiap pengambilan keputusan dan tindakan. Komitmen tersebut, menjadi bukti bahwa perjuangan partai senantiasa beriringan dengan cita-cita bangsa, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari segala ancaman yang dapat merusak persatuan antar masyarakat.

Taat kepada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga partai menjadi landasan kedua yang diikrarkan dalam sumpah ini. Ketentuan internal organisasi itu bukan sekedar aturan tertulis, melainkan kerangka kerja yang menjamin keteraturan, keadilan, dan akuntabilitas dalam setiap jenjang kepengurusan. Dengan janji mematuhi aturan organisasi, para pengurus baru menyadari bahwa kedisiplinan terhadap tata tertib partai adalah kunci agar setiap kebijakan dapat dijalankan secara konsisten, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh kader dan masyarakat luas.

Lebih jauh, ikrar juga mencakup kesetiaan kepada Piagam dan Program Perjuangan PDI-P serta segala ketentuan partai yang berlaku. Hal tersebut bermakna bahwa setiap pengurus tidak hanya memegang jabatan untuk sekedar mengisi struktur, melainkan untuk mewujudkan program-program yang telah dirancang demi kesejahteraan rakyat. Piagam Perjuangan menjadi roh pergerakan, sementara program-program yang disusun, menjadi bentuk nyata dari pengabdian, keduanya harus dijunjung tinggi dan diwujudkan dengan kerja keras, agar kehadiran partai benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Kecamatan Mojoanyar dan Dlanggu.

Dalam bagian selanjutnya dari sumpah janji, para kader berikrar untuk senantiasa mengutamakan kehormatan, martabat, dan disiplin partai, serta menempatkan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi. Ini, adalah ujian karakter yang sesungguhnya untuk memisahkan jabatan dari kepentingan diri sendiri, keluarga, atau kelompok tertentu. Disiplin menjadi tiang penyangga keberhasilan organisasi, sementara kehormatan dan martabat adalah wajah partai di mata masyarakat. Sebab ketika kepentingan pribadi dikesampingkan, maka kemenangan bersama menjadi tujuan utama yang akan diraih dengan lebih kokoh.

Ikrar juga menyentuh aspek kepercayaan dan kehati-hatian, dimana setiap pengurus berjanji untuk memegang rahasia partai yang sifatnya harus dirahasiakan. Hal itu menunjukkan bahwa dalam menjalankan organisasi, ada batas-batas yang harus dijaga demi menjaga keutuhan dan kelancaran roda perjuangan. Menjaga rahasia bukan berarti tertutup dari masyarakat, melainkan bentuk tanggung jawab agar informasi yang sensitif tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga partai dapat bergerak dengan fokus pada tujuan yang lebih besar demi kepentingan rakyat.

Prinsip kekeluargaan menjadi salah satu butir ikrar yang sangat menonjol, dimana para pengurus berjanji untuk menyelesaikan segala permasalahan partai dengan asas kekeluargaan. Ini mencerminkan karakter khas PDI Perjuangan yang mengutamakan gotong-royong, musyawarah, saling menghargai, dan kebersamaan dalam menghadapi persoalan. Artinya, setiap perbedaan pandangan diselesaikan dengan kepala dingin, dialog yang tulus, dan semangat saling memahami menjadi sebuah budaya organisasi yang menjamin keberlangsungan hidup partai yang harmonis dan berkelanjutan.

Penutup sumpah janji menegaskan tekad untuk bekerja dengan jujur, adil, rajin, dan bersemangat demi kepentingan partai, bangsa, dan negara. Kata-kata tersebut menjadi ringkasan dari seluruh kewajiban yang diemban, yakni jujur dalam tindakan, adil dalam memperlakukan setiap orang, rajin dalam bekerja, dan selalu bersemangat dalam memperjuangkan kebenaran. Dengan pelantikan itu, Ranting Mojoanyar dan Dlanggu kini memiliki pengurus yang telah berikrar siap mengabdi. Seluruh mata kini tertuju pada langkah-langkah nyata yang akan mereka ambil dalam lima tahun ke depan, membuktikan bahwa sumpah yang diucapkan bukan sekedar kata-kata, melainkan janji yang akan dibuktikan dengan karya nyata bagi rakyat di Kabupaten Mojokerto.

Pewarta: Agung Ch

Advertisement