Ketum Logis 08 Dukung Penguatan Tata Kelola MBG untuk Jamin Mutu dan Keamanan Pangan

0
Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo (Foto/Ist)*
Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo (Foto/Ist)*

JAKARTA – Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo mendukung langkah pemerintah memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya dalam memastikan jaminan mutu, kebersihan, kesehatan dan keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat.

Dukungan tersebut disampaikan Anshar menyusul masih adanya kejadian gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan MBG di sejumlah daerah. Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi momentum untuk semakin memperketat pengawasan dan memperbaiki sistem pelaksanaan program, bukan menjadi alasan untuk menghentikan program strategis pemerintah tersebut.

“MBG adalah program besar dan sangat penting bagi masa depan generasi Indonesia. Karena itu, kualitas, kebersihan dan keamanan makanan harus menjadi prioritas utama. Setiap persoalan yang terjadi harus segera dievaluasi dan diperbaiki,” ujar Anshar.

Advertisement

Ia menilai penguatan tata kelola harus dilakukan mulai dari proses pengadaan dan pemeriksaan bahan baku, pengolahan makanan, kebersihan dapur, penyimpanan, pengemasan hingga distribusi kepada penerima manfaat.

Menurut Anshar, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus benar-benar menjalankan standar operasional yang telah ditetapkan pemerintah. Pengawasan juga perlu dilakukan secara berlapis dan berkelanjutan agar potensi masalah dapat dicegah sebelum makanan sampai kepada anak-anak dan kelompok penerima manfaat lainnya.

“Jangan sampai ada celah dalam prosesnya. Dari bahan baku masuk sampai makanan diterima oleh anak-anak harus ada standar dan pengawasan yang jelas. Kalau ada dapur atau SPPG yang tidak memenuhi standar, harus segera diperbaiki dan bila perlu dihentikan sementara sampai memenuhi ketentuan,” tegasnya.

Anshar juga mengapresiasi langkah pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) dan kementerian terkait yang terus memperkuat standar higiene dan sanitasi. Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah serius memastikan MBG tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dikonsumsi.

“Jaminan mutu itu bukan hanya soal kandungan gizi. Kebersihan, kesehatan dan keamanan pangan sama pentingnya. Anak-anak kita harus mendapatkan makanan yang bergizi sekaligus aman,” katanya.

Ia berharap evaluasi terhadap sejumlah kejadian dugaan keracunan dapat menghasilkan perbaikan sistem secara menyeluruh, termasuk peningkatan kapasitas tenaga pengelola dapur, pengawasan bahan pangan, pengendalian suhu makanan, ketepatan waktu distribusi serta pemeriksaan kesehatan dan kebersihan lingkungan SPPG.

Anshar menegaskan Logis 08 mendukung keberlanjutan MBG sebagai salah satu program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Namun, dukungan tersebut harus dibarengi dengan komitmen terhadap tata kelola yang baik, transparan, profesional dan mengutamakan keselamatan penerima manfaat.

“Prinsipnya sederhana, programnya harus terus jalan, tetapi kualitas dan keamanannya harus semakin diperkuat. Jangan ada kompromi terhadap kesehatan anak-anak Indonesia,” pungkas Anshar.

Sebagai program nasional, MBG membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pengelola SPPG, sekolah serta masyarakat untuk memastikan makanan yang diberikan memenuhi standar gizi sekaligus standar keamanan pangan.

Advertisement