Jamaah Asal Luwu Raya, Sidrap dan Maros Jadi Korban Travel Umroh

Foto suasana umroh sebelum pandemi Covid-19
Advertisement

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Kembali warga Sulawesi Selatan asal kabupaten Luwu, Luwu, Sidrap dan Maros jadi korban travel perjalan umroh dan haji di Sulsel.

Terdapat 14 jemaah umroh terpaksa batal berangkat ke tanah suci, Arab Saudi, Mekkah di bulan suci ramadhan ini.

Informasi yang diterima awak media dari kerabat jemaah umroh itu Keempat belas itu 3 orang berasal dari Kabupaten Luwu, 6 lainnya dari Luwu Timur, 2 orang jamaah asal Sidrap dan 3 lainnya asal kabupaten maros.

Mereka hingga kini telantar di Makassar sebab gagal berangkat.

Advertisement

Awak media telah menghubungi pihak PT Rona Sahilah Harmain yang berkantor di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Selasa malam (26/3). Saat dihubungi Rosniah pimpinan travel PT Rona Sahilah Harmain sedang tidak aktif.

Dilansir dari berbagai pemberitaan, PT Rona Sahilah Harmain merupakan agen yang bermitra dengan PT Elkadri Sarwabi Nursalim Mubarok yang berlokasi di Kota Jakarta.

Anwar, kerabat salah satu jemaah asal Luwu menceritakan setelah melunasi pembayaran kepada PT Rona Sahilah, para jemaah dijanjikan akan berangkat pada 16 Maret 2024.

“PT Elkadir Sarwani Nursalim Mubarok menyampaikan bahwa pada keberangkatan awal di 16 Maret 2024 Ibu Rosniah belum melakukan full payment,” ucap Anwar.

Dikatakannya pihak agen PT Rona Sahilah berdalih dari 14 jamaah belum melengkapi berkas administrasi, Hal itu yang belakangan ini menjadikan alasan oleh pihak PT Elkadir Sarwani Nursalim Mubarok belum bisa memberangkatkan keempat belas jamaah tersebut.

“Alasannya 14 jemaah belum melengkapi berkas administrasi. Itulah yang menjadi alasan PT Elkadir Sarwani Nursalim Mubarok belum bisa memberangkatkan ke 14 jamaah tersebut,” jelas Anwar. Selasa (26/3/2024).

Terlantarnya 14 jamaah umroh itu menjadi perhatian Ormas islam. Ketua Brigade Muslim Indonesia, Hanif Aji Muslim berharap agar pihak travel umroh untuk segera memberangkatkan ke 14 jamaah umroh itu.

“Sebaiknya pihak travel umroh untuk segera memberangkatkan mereka. Apalagi pengakuan ke 14 jamah umroh itu telah melunasi seluruh kewajibannya agar bisa melaksanakan ibadah umroh,” terang Hanif.

Ketua Harian BMI menyarankan bila tidak ada itikad baik pihak travel umroh dirinya menyarankan agar segera mengadu ke kantor Kementerian Agama Sulsel untuk mengadukan travel umroh dan haji itu.

“Saya hanya berharap ke 14 jamaah umroh yang terlantar segera mengadu ke kantor kementerian agama Sulsel di jalan Nuri, Makassar. Disitu ada bidang yang mengkoordinasikan dengan pihak travel,” kata Ketua harian BMI ini.

Dia kembali menyarankan bila adanya dugaan penipuan kepada mereka (Jamaah Umroh) untuk segera melaporkan ke aparat penegak hukum.

“Kalau merasa dirugikan kemudian ada unsur melawan hukum silahkan melaporkan diri ke Polda Sulsel,” saran Hanif. (LN)

Advertisement