LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Menggelar aksi unjuk rasa tepat di peringatan May Day dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Sulawesi Selatan pada Jumat (1/5/2026) kemarin. PMII Cabang Kota Makassar memberikan “Rapor Merah ke Presiden dan Wakil Presiden.
Selama 1,5 tahun memimpin pemerintahan, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Makassar menilai Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka gagal berpihak kepada rakyat.
Ketua Cabang PMII Makassar, Hariandi, SE, secara blak-blakan menyebut kondisi saat ini sebagai “Alarm Darurat”.
Dalam keterangan tertulisnya menyebutkan bahwa waktu satu setengah tahun sudah lebih dari cukup bagi pemerintah untuk menunjukkan keberpihakan pada rakyat.
“Tapi nyatanya banyak kebijakan yang justru dirasa mencekik rakyat,” ujar PMII Cabang Kota Makassar itu. Sabtu (2/5/2026).
Moumen di peringatan hari buruh Internasional dan Hardiknas, PMII Cabang Kota Makassar menyampaikan tiga (3) poin peting hasil dari kajian mahasiswa selama 1,5 tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Pertama, Kata Hariandi, Mahalnya biaya pendidikan di perguruan tinggi yang belakangan terus melambung. Mahasiswa menuntut pendidikan gratis yang berkualitas, bukan pendidikan yang dijadikan ladang bisnis. Pendidikan itu hak konstitusi rakyat, bukan barang dagangan.
Kedua, PMII mendesak penghapusan sistem outsourcing yang dianggap masih mengeksploitasi pekerja. Masalah PHK sepihak yang terus terjadi tanpa perlindungan negara yang kuat juga menjadi sorotan utama.
Ketiga, soal program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setelah berjalan 1,5 tahun, mahasiswa menilai program ini masih jauh dari kata transparan dan rawan diselewengkan di lapangan. PMII menuntut audit total agar anggaran raksasa tersebut benar-benar sampai ke perut rakyat, bukan malah menguap begitu saja.
Selain isu nasional PMII Cabang Makassar juga menyuarakan nasib pedagang kaki lima di kota Makassar yang digusur oleh pemerintah kota. Hingga saat ini belum ada realisasi dari pemerintah usai dilakukan tindakan penertiban.
Tuntutan itu telah disampaikan dalam gelaran aksi unjuk rasa (Jumat) kemarin, Datu Rizky Jenderal Lapangan.
Datu Rizky usai membaca tuntutan mahasiswa itu menyampaikan bila pemerintah tetap mengabaikan, Maka PMII Makassar siap mengonsolidasi gerakan yang jauh lebih besar.
“Buat mereka, ketika negara mulai lupa pada rakyatnya, maka mahasiswa adalah alarm darurat yang akan terus berbunyi paling kencang,” katanya dalam orasinya itu. (LN)
























