Hanya Ada Di Bulukumba, Masalah Banjir Dikerja Keroyokan oleh OPD

0
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf saat saat mengarahkan Tim Satgas penanggulangan banjir untuk mengangkut sedimen yang berada di kanal yang menuju kawasan pantai Cekkeng.

BULUKUMBA||Legion-news.com Pemerintah kabupaten Bulukumba dengan Tim Pengendali Banjir yang dibentuk Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf dinilai sukses dalam 100 Hari Kerja.

Tidak tanggung-tanggung, Tim yang merupakan kolaborasi dari beberapa unsur OPD itu menunjukkan hasil yang bermanfaat secara nyata dan kasat mata.

Tim Satgas Penanggulangan banjir mengangkut sampah dan sedimentasi di kawasan kota Bulukumba

Terbukti mampu membuat terobosan dengan membersihkan kanal dan membuat saluran air yang mengurangi dampak banjir.

Advertisement

Selain itu, tim Satgas Penanggulangan banjir ini menjadi inspirasi dan memberikan semangat baru dalam menyelesaikan masalah.

“Memang tim ini dibentuk oleh Bapak Bupati. Pertama kalinya semua OPD terkait berkolaborasi menyelesaikan persoalan secara bersama-sama khusunya banjir,” kata Andi Zulkifli Indrajaya, Ketua Tim Pengendali Banjir yang juga Kepala Dinas PSDA Kabupaten Bulukumba saat ditemui wartawan Kamis 17 Juni 2021 di Grand 99 Bulukumba.

Selama bekerja sejak 4 Maret 2021 lalu, tim ini katanya telah bekerja keras secara efisien tanpa dana APBD.

“Seandainya dianggarkan, tim teknis menghitung anggaran yang dikeluarkan sudah Rp3,153 miliar. Sebagian besar bantuan pribadi pak bupati,” jelas Andi Zulkifli yang didampingi Kabag Protokoler Pemkab Bulukumba, Dedi Rahmadi.

Menurutnya Tim Kendali Banjir telah mengeruk 3 zona prioritas dalam meminimalisir banjir.

“Zona 1 dengan membuat saluran ke Sungai Bialo dan Lajae mengantisipasi kiriman air dari Irigasi Battu,” paparnya.

Kemudian jelasnya, zona 2 dengan pembersihan drinase dalam kota Bulukumba yang totalnya 7 kilometer.

Kemudian mengerukan di zona 3 yakni kanal-kanal yang totalnya mencapai 4,7 kilometer.

“90 persen telah dilakukan pembersihan di zona rawan banjir. Secara keseluruhan mengangkat 35 ribu kubik sedimen ataupun sampah,” paparnya di hadapan wartawan.

Zulkifli merinci bahwa jumlah personel tim pengendali banjir sebanyak 433 orang dari berbagai unsur OPD.

“Dari Satpol PP, Damkar, BPBD, Dinas Sosial, PSDA, PUPR. Termasuk bantuan peralatan dan mobil dari Dinas Perikanan, Dinas Pertanian hingga Lingkungan Hidup,” ungkapnya.

Tim Pengendali Banjir akan mengawal pemerintahan Bupati Andi Utta dan Wabup Andi Edy Manaf.

Tak cuma dalam 100 hari kerja, pihaknya akan mengevaluasi dan perencanaan kendali banjir dalam jangka panjang.

Beberapa wilayah yang selama ini menjadi rawan banjir katanya sudah diminimalisir. “Alhamdulillah saat ini, saat hujan deras, tak ada lagi genangan air yang berlama-lama,” ungkapnya.

Pihaknya berharap agar saluran yang telah dibuat akan berbentuk bangunan fisik di masa depan.

“Untuk jangka panjang banyak pekerjaan rumah. Seperti membuat bangunan fisik di saluran, seperti pada saluran pembuangan ke Sungai Bialo. Bisa juga dibuat waduk atau danau buatan. Kita sesuaikan keuangan daerah,” harapnya.

Pihaknya berharap dukungan penuh masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan dan kebersihan khususnya saluran air di rumah masing-masing.

“Intinya mari bersama-sama peduli dengan tidak membuang sampah ke got. Atau jika perlu bantu kami membersihkan saluran air depan rumah-masing-masing setiap saat,” harapnya.

Advertisement