LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Persiapan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Makassar menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menyatukan visi, serta menata kepengurusan yang profesional, solid, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Menanggapi dinamika tersebut, Multazan Haseng, S.H., C.Med., salah satu pengurus harian Partai Golkar yang selama ini berkecimpung di wilayah industri Makassar, menilai bahwa kepemimpinan baru di bawah Dr. Supriansa, S.H., M.H., diharapkan mampu membawa energi pembaruan bagi kebesaran Partai Golkar di Kota Makassar.
Menurut Multazan, penyusunan kepengurusan ke depan harus dilakukan secara cermat, objektif, dan profesional. Setiap kader perlu ditempatkan berdasarkan kapasitas, kompetensi, loyalitas, rekam jejak, serta kontribusi nyata terhadap perkembangan partai.
“Golkar Makassar membutuhkan kepengurusan yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga solid dalam bekerja, kompak dalam mengambil keputusan, dan mampu hadir di tengah masyarakat. Musda harus menjadi ruang konsolidasi dan rekonsiliasi bagi seluruh kader, bukan justru memperlebar perbedaan,” ujar Multazan Haseng, Dalam keterangannya kepada media, Ahad (10/10/2026).
“Partai sebesar Golkar harus mampu menghadapi dinamika politik dengan kedewasaan. Siapa pun yang memimpin, kepentingan organisasi harus tetap di atas kepentingan pribadi. Kita perlu membangun tradisi politik yang sehat, menghargai pengabdian kader, dan memberikan ruang kepada mereka yang benar-benar ingin membesarkan partai,” tegasnya.
Musda Harus Melahirkan Kepengurusan yang Kuat dan Berintegritas
Lebih lanjut, Multazan berharap konsolidasi yang melibatkan para pimpinan kecamatan (Pincam) tidak berhenti pada agenda administratif semata. Konsolidasi tersebut perlu menjadi kesempatan untuk menyerap aspirasi kader di tingkat bawah, memperkuat komunikasi antarpengurus, serta merumuskan strategi politik yang realistis dan terukur.
Ia menekankan pentingnya membangun kepengurusan yang inklusif dengan melibatkan kader senior, kader muda, tokoh masyarakat, serta kader yang memiliki pengalaman di bidang pemerintahan, sosial, ekonomi, dan industri.
Dengan demikian, Golkar Makassar dapat semakin responsif terhadap persoalan masyarakat, termasuk penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi lokal, pengembangan kawasan industri, dan peningkatan kesejahteraan warga.
“Jangan sampai kader hanya dibutuhkan ketika momentum politik tiba. Kader harus dirawat, diberdayakan, dan diberikan kesempatan berkontribusi. Golkar harus hadir sepanjang waktu melalui kerja nyata, bukan sekadar melalui slogan,” tambahnya. (*)
























