
LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Flores- Makassar kembali menggelar aksi demonstrasi Jilid II menyoroti penanganan pascabencana gempa bumi Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Aksi berlangsung di ruas jalan Pertigaan Alauddin-Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (10/10/2026).
Massa membentangkan sepanduk “Presiden,Gubernur NTT, Bupati Gagal Tangani Gempa Flores,NTT”
Diketahui demonstrasi ini dipicu oleh data kematian yang janggal di posko pengungsian. Dari total 142 orang meninggal sebanyak 108 orang dilaporkan meninggal di tenda pengungsian.
Jenderal Lapangan aksi,Jimi Saputra,menyebut tragedi ini merupakan bukti paling telanjang dari kegagalan negara dalam menanggapi bencana.
“Dari 142 korban meninggal,108 mati di pengungsian. Mereka selamat dari gempa, tapi tidak selamat dari negara. Mereka mati kedinginan, kelaparan dan kekurangan obat di tenda. Ini kejahatan kemanusiaan karena kelalaian,” ujarnya saat menggelar aksi unjuk rasa di jalan poros nasional di Makassar, Sabtu.
Jimi menilai angka 108 bukan hanya sekadar statistik, tetapi pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) yang paling dasar.
Posko yang seharusnya menjadi ruang yang aman, justru menjadi tempat hilangnya nyawa. Jimi mengatakan pasal 28A dalam UUD 1945 jelas, setiap orang berhak untuk hidup dan negara wajib melindungi.
“Ketika warga selamat dari gempa tapi mati di pengungsian karena kedinginan, kelaparan,dan tanpa obat,maka negara telah melanggar hak hidup itu,”kata dia.
Menurutnya, masyarakat yang terdampak bencana tidak seharusnya berada dalam posisi terus-menerus meminta pertolongan kepada pemerintah. Pada situasi ini negara wajib hadir untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan.
“Seharusnya hari ini kita tidak mengemis-ngemis terhadap negara. Tetapi memang itu yang terasa dari negara,” ujarnya.
Di tengah kondisi itu, aliansi mendesak pemerintah pusat hingga daerah untuk menghentikan segala agenda seremonial. Flores, kata mereka, belum pulih.
“Jangan pura-pura normal.108 orang sudah mati di posko pengungsian,142 total meninggal, dan ribuan luka-luka. Tapi pemerintah masih sibuk urus yang tidak terlalu darurat,”katanya.
Jimi juga meminta pemerintah mengubah paradigma penanganan bencana menjadi darurat kemanusiaan.
“Pemerintah harus ubah paradigma. Ini bukan bencana biasa. Ini butuh status darurat kemanusiaan dan perhatian serius. Semua anggaran,semua personel,semua alat harus tetap standby di Flores,”ujarnya.
Tidak hanya itu, Jimi juga mengecam keras elit politik di pusat dan daerah yang dinilai sibuk mengurus peta politik 2029.
“Stop dulu bahas 2029! Stop dulu bahas koalisi dan elit! Rakyat Flores meninggal di pengungsian 108 orang. Negara harus hadir sekarang, bukan 2029,” pungkasnya.
Menutup orasinya, Jimi menegaskan Flores adalah Indonesia. Jika warga Flores dibiarkan mati pelan-pelan di pengungsian,maka mati juga rasa kemanusiaan sebagai bangsa.
Pada pekan lalu hasil temuan Ombudsman RI terkait penanganan bencana di beberapa wilayah Manggarai dan Manggarai Barat menjadi sorotan masyarakat.
Pada rapat yang diselenggarakan bersama BNPB, Pemerintah Provinsi NTT, serta Pemerintah Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat tersebut ada beberapa hal yang menjadi perhatian.
Pertama, temuan terkait tempat pengungsian yang tidak layak.
Kedua, pembangunan hunian sementara (huntara),yang belum tuntas.
Ketiga, pemenuhan air bersih,serta keberlangsungan layanan pendidikan dan kesehatan yang belum memadai.
Terlebih khusus, temuan Ombudsman RI ini menyoroti pengungsi di Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat.
Mereka menemukan masih terdapat lebih dari 100 pengungsi yang tinggal di tenda mandiri dengan kondisi tidak layak, sekolah darurat yang tidak memadai, pelayanan kesehatan serta sulitnya masyarakat mendapatkan air bersih.
Temuan Ombudsman ini menjadi pemicu gerakan mahasiswa dan pemuda NTT di Makassar. Mereka menilai pemerintah pusat hingga daerah gagal tangani bencana Flores.
Tuntutan Aliansi
Grand Isu :Presiden, Gubernur NTT, Bupati Gagal Tangani Gempa Flores
Isu Turunan :
- Evaluasi Total Penanganan Gempa Flores
- Bertanggung Atas Kematian 108 Orang Yang Meninggal Di Tenda Pengungsian
- Segerah memenuhi Hak-hak korban Gempa Flores
- Transparansi anggaran bantuan untuk korban gempa Flores, NTT.
(*).























