Penulis: Andi Jaya Sose, Dewan Pakar Golkar Sulawesi Selatan.
LEGIONNEWS.COM – OPINI, Sebagai partai lama dan cukup bertahan, Golkar akan menghadapi tantangan untuk menjaga eksistensinya menuju partai modern yang salah satunya terletak pada tidak adanya sosok figur kuat sebagai penentu yang bisa mencegah perpecahan internal partai atau justru sebaliknya, dengan dalil demokrasi tapi saling mematikan.
Golkar berada diantara pilihan, tertip kaderisasi atau tetap pada pola komando dan eksklusif, jika yang kedua ini pilihannya pasti abai terhadap meritokrasi.
Ada ironi dalam kehidupan bepolitik, kita sibuk mencari suara, tetapi lupa mendidik kader yang layak jadi kandidat memimpin.
Konsolidasi dan Popularitas dirayakan, sementara pemetaan kader, demografi dan peran serta pemangku kepentingan terabaikan.
Pemetaan politik (political mapping) perlu dilakukan sebagai day to day politick. Ini tentang market base view. Pendekatan ini sejak awal untuk mengenali, kekuatan, dinamika, serta hubungan antar-pemangku kepentingan dalam suatu wilayah atau isu kebijakan.
Penemuan kader dan atau kandidat penting untuk lingkage diantar figur dan ORMAS kekaryaan. Mobilitas vertical kader kelak duduk pada struktur politik tidak seolah-olah mereka cukup ditentukan oleh keberhasilan meraih suara, tapi kesiapan memikul amanah.
Pemetaan demografi tertentu perlu dipetakan sejak awal seperti Makassar. Wali kota sekarang mantan Golkar yang baru saja henkang maka, tidak bisa terabaikan begitu saja melainkan Golkar harus menemukan figur untuk berhadapan dalam kontekstasi pilkada di kota makassar dengan siapa saja.
Tahapannya paling tidak melakukan, Pemetaan Diri (Kandidat/Organisasi).
Menilai kekuatan internal, logistik, rekam jejak, kelemahan, serta jumlah basis massa yang sudah pasti.
Pemetaan Demografi dan Geografis, Mengidentifikasi karakteristik wilayah (desa/kelurahan, TPS), sebaran jumlah pemilih, serta kelompok usia atau latar belakang sosial-ekonomi.
Pemetaan Pesaing (Kandidat/Partai Lain), Menganalisis kekuatan lawan, tokoh kunci di balik pesaing, serta kantong suara yang mereka kuasai.
Pemetaan Pemangku Kepentingan (Stakeholder Analysis), Mengelompokkan pihak berdasarkan kepentingan dan pengaruh yang mereka miliki (pendukung, penentang, atau kelompok netral).
Tinggal pengurus harian membentuk komite adhock buat formulasi eksekusinya.

























