FAKSI Datangi Kejagung Minta Kejati Sulsel di Evaluasi, Ke KPK Lapor Kasus Dugaan Korupsi di PDAM Makassar

0
FOTO: Akbar Muhammad  dari Forum Aktivisi Anti Korupsi ata FAKSI saat melapor di kantor Kejaksaan Agung di Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Kamis, 9 September 2021.

LEGION-NEWS, Jakarta – Beberapa perwakilan dari Forum Aktivisi Anti Korupsi atau FAKSI  mendatangi kantor Kejaksaan Agung Republik Indonesia, di Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Kamis, 9 September 2021.

Kedatangan para aktivis Faksi Sulawesi Selatan ini, terkait dengan beberapa kasus korupsi yang tak kunjung bergulir di Kejaksaan Tinggi Sulsel terkesan ditutupi dan tidak ada kejelasan status, salah satunya kasus yang menjerat Walik Kota Makassar.

Akbar Muhammad, salah satu aktivis Faksi dalam keteranganya mengatakan, “Beberapa kasus kami laporkan diantaranya adalah kasus PDAM kota Makassar yang bergulir sejak tahun 2018 lalu, namun tidak ada kejelasan hingga saat ini, katanya. Jumat, (10/9).

Advertisement

“Kasus tersebut sudah cukup lama bergulir bahkan kerugian keuangan negara cukup fantastis, dan apa yang menjadi temuan BPKP tentang kerugian Negara harusnya sudah menjadi dasar untuk segera menetapkan tersangka dalam kasus tersebut,” ucap Akbar

Dhedi Jalarambang menambahkan bahwah kerugian negara dalam kasus tersebut cukup fantastis mencapai Rp31 Miliyar lebih, makanya kehadiran kami dari Faksi di Kejaksaan Agung untuk melaporkan kasus tersebut, kata dia

Harapanya Kejaksaan Agung bisa melakukan evaluasi terhadap kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel. “Tadi dalam surat yang sudah kami serahkan meminta Kejagung untuk mengatensi kasus yang bergulir tanpa kejelasan tersebut, tuturnya.

Dhedi menambahkan, “Dalam waktu dekat kami juga akan melakukan persuratan di DPR RI (Komisi III) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar segera melakukan langkah nyata untuk menindak lanjuti kasus Korupsi ditubuh PDAM Makassar dan kasus lainnya yang terkesan ditutupi di Kejati Sulsel, beber Dedi yang juga selaku putra daerah Sulsel. (rls)

Advertisement